Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

Joyful Asian Youth!

http://asianyouthday.org/blog/1000-salib-dari-paroki-boro-iringi-salib-ayd/

1000 Salib dari Paroki Boro Iringi Salib AYD

Ratusan umat mengangkat salib kecil yang terbuat dari bambu sebagai sambutan atas kehadiran salib AYD ke wilayah Balong, Paroki St. Theresia Lusieux Boro, Jumat, 10 Februari 2017. Kirab salib AYD kali ini bukan sekedar sebagai pemindahan salib dari Paroki Pelem Dukuh ke Paroki Boro, melainkan juga sebagai ajang pemberkatan atas salib-salib dan benda rohani yang dimiliki oleh umat.

1000 salib bambu di Paroki Boro merupakan bentuk apresiasi dan representasi anak salib AYD. Bahan bambu dipilih karena bambu adalah salah satu komoditas yang menjadi ciri khas di Asia. Masyarakat Boro sendiri sangat akrab dengan bambu karena bahan ini cukup mudah ditemui di daerah Boro. Selain sebagai bentuk keimanan akan salib, 1000 salib bambu turut membawa identitas kehidupan pedesaan dan kembali ke alam.

“Salib bambu dibuat oleh semua umat dengan sukarela  dengan memanfaatkan dari limbah yang sudah tidak terpakai terutamanya bambu kecil,  lalu dibagi per lingkungan”, ungkap Yohanes Adventody selaku Dewan Paroki bidang Paguyuban dan Kemasyarakatan Paroki Boro. Harapannya salib-salib ini juga akan mengiringi salib AYD hingga acara puncak bulan Agustus nanti.

Anak-anak dari Wilayah Balong, Paroki Boro turut antusias menyambut salib AYD dengan mempersiapkan salib kecil yang terbuat dari bambu.

Agar berkat atas salib AYD semakin merata, umat turut membawa benda-benda rohani─salib rumah, rosario, patung, dari rumah masing-masing. Romo FX. Alif Suwito, Pr., dan Romo Jonathan Billie Cahyo Adi, Pr., memberkati benda-benda rohani milik para umat dalam rangkaian Ekaristi dengan percikan air suci.

Momentum kirab salib ini juga dimanfaatkan oleh umat di Boro untuk menghormati Rm. JB. Prennthaler SJ., selaku founding father Paroki Boro. Para OMK membuat figur wayang untuk sosok Romo Prennt sebagai simbol kehadiran beliau di tengah-tengah umat, dengan harapan kehadirannya bisa terasa semakin dekat dan berkatnya juga selalu mengalir kepada umat.

Romo JB Prennthaler SJ, selaku founding father dari Paroki Boro dihadirkan ke perayaan ekaristi melalui sosok wayang.

Selama seminggu, OMK dan umat Paroki Boro mengadakan beragam kegiatan untuk mengisi kehadiran salib AYD. Seperti menghantarkan salib ke wilayah disertai perayaan ekaristi, lomba menggambar, fotografi, dan karya tulis yang bertema “Perbedaan itu Indah”, Ekaristi kaum muda, pentas seni dan di akhir salib akan dikirab dengan berjalan kaki dari Paroki Boro ke Promasan, tepatnya di Gua Maria Sendangsono.

Penulis: Tim Publikasi Asian Youth Day 2017