Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

Joyful Asian Youth!

http://asianyouthday.org/blog/defile-iyd-manado-suka-cita-injil-dalam-keberagaman/

Defile IYD Manado: Suka Cita Injil dalam Keberagaman

Peserta Defile IYD Manado dari Keuskupan Agung Semarang / @DevyKumaat

Peserta Defile IYD Manado dari Keuskupan Agung Semarang (4/10) / @DevyKumaat

Sebagai salah satu kegiatan pembuka IYD Manado, 37 Keuskupan menampilkan kebudayaan mereka dalam rangkaian defile IYD Manado(4/10). Tidak kurang dari 2.258 OMK berjalan dalam rangka defile dari Lapangan Koni Manado menuju Stadion Kalabat untuk memulai misa pembuka Indonesian Youth Day Manado.

Setelah tiga hari peserta IYD Manado mengikuti Live In di berbagai paroki di Keuskupan Manado, peserta IYD diajak untuk menunjukan kebudayaan mereka kepada masyarakat Manado.

“Torang Samua Bersaudara” ungkap Walikota Manado, Vecky Lumentut. Selain itu beliau mengatakan kita semua yang hadir di tempat ini telah menjadi orang Manado, tidak ada lagi orang Jawa tidak ada lagi orang Makassar dll tetapi kalian semua adalah orang Manado, ungkap Bapak Walikota yang memberikan sambutannya sebelum pelepasan rombongan defile dari 37 Keuskupan Se Indonesia.

Berbagai macam pakaian daerah, tari-tarian, yel-yel ditampilkan oleh masing masing OMK peserta IYD. Sambutan hangat juga diberikan oleh masyarakat Manado dengan memenuhi jalanan sepanjang Lapangan Koni hingga Stadion Klebet Manado. Selain itu masyarakat juga menunjukan antusiasnya dengan meminta berswafoto ria dengan beberapa peserta defile yang menggunakan kostum dari masing masing daerah.

“Bagus mas Kostumnya, Itu kostum apa?” beberapa pertanyaan yang sering muncul ketika sebuah kontingen melewati ruas jalan yang dipenuhi masyarakat Manado.

Selain itu beberapa peserta defile juga mengungkapkan kekagumannya terhadap masyarakat Manado yang sangat antusias menyambut peserta defile IYD di sepanjang jalan kota Manado. “Kami merasa sangat disambut baik dan berbangga hati bisa menampilkan budaya Jawa kepada masyarakat Manado” ungkap Nico salah satu perserta defile dari Keuskupan Agung Semarang yang pada siang itu mengenakan Kostum Sugriwa yang sering dikenal Anoman.

T.k.a