Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

Joyful Asian Youth!

http://asianyouthday.org/blog/ekaristi-kaum-muda-we-gaspol-with-gospel/

Ekaristi Kaum Muda: We Gaspol With Gospel

Minggu ini terasa ada yang berbeda dari minggu-minggu sebelumnya. Terlihat halaman Gereja St. Antonius Padua Kota Baru dihias menggunakan lukisan yang terbuat dari nampah bambu. Selain itu, di dalam gedung gereja juga dihias dengan kain batik. Saat masuk ke dalam gedung Gereja pun kita langsung di sambut dengan tulisan “WE GASPOL WITH GOSPEL” yang menjadi tema perayaan misa pada sore itu. Ternyata, yang bertugas pada perayaan misa kali ini adalah Volunteer Asian Youth Day.

Sebelum misa dimulai, ada 3 muda-mudi yang menyampaikan keresahannya. Tiga muda-mudi tersebut hadir sebagai representasi atas orang muda Katolik.Salah satu dari mereka merasa prihatin akan kondisi pemuda Katolik yang jumlahnya sedikit untuk terlibat dalam OMK maupun perhelatan AYD. Sedangkan sisanya, mengaku tidak memiliki waktu luang untuk aktif dalam kegiatan Gereja terutama AYD. Alasannya karna lebih memilih aktif di masyarakat luas atau komunitas, belum lagi dengan tugas dan keperluan kuliah yang menyita waktu. Obrolan mereka terhenti sampai disitu, karna waktu sudah menunjukan pukul 6 petang di mana misa akan segera dimulai.

doc. panitia EKM

Misa kali ini dipimpin oleh 4 Romo sekaligus, yaitu Romo In Nugroho SJ, Romo John Nugroho SJ, Romo Danang SJ, dan Romo Triwidianto Pr. Tentu saja hal ini jarang terjadi pada perayaan misa minggu biasanya. Romo John membuka misa dengan menyapa seluruh umat yang hadir terutama kaum muda. Beliau mengundang 3 muda-mudi tadi untuk menyampaikan kembali apa saja yang menjadi keresahannya sebagai kaum muda Katolik. Dari situ, diketahui ternyata keresahannya adalah bagaimana seharusnya kaum muda Katolik bersikap di tengah-tengah zaman dan lingkup pergaulan yang berkembang. Hal tersebut menjadi bahan renungan untuk misa sore itu, harapannya setelah mendengarkan bacaan dan Injil kita semua akan mendapatkan jawabannya.

Setelah mendengarkan bacaan dari Kitab Yeremia dan Injil Santo Yohanes, Romo John kembali mengajak 3 muda-mudi tadi untuk merefleksikan bacaan tadi ke dalam keresahan yang mereka alami. Mereka terinspirasi dari firman Tuhan kepada Nabi Yeremia: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apa pun yang Kuperintah kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau.” Bahwa mereka merasakan betul Tuhan selalu menyertai mereka dalam pergumulannya sekalipun mereka tidak percaya diri. Seperti pada saat kesusahan sebagai mahasiswa maupun saat berkecimpung di komunitas. Romo John menambahkan pula bahwa tidak perlu khawatir atau merasa tidak mampu sebagai kaum muda Katolik terlebih lagi sebagai OMK karena Tuhan pasti akan selalu menyertai dan kita perlu percaya akan itu. Jadi, meski sudah memiliki kesibukan di tempat lain, jangan ragu untuk menjadi bagian dari OMK. Sekecil apapun yang kamu perbuat untuk OMK merupakan perbuatan besar bagi Tuhan.

Setelah menemukan jawabannya, muda-mudi tadi kembali ke tempat duduknya untuk melanjutkan perayaan misa dengan doa umat dan persembahan. Ada satu hal yang unik pada doa umat pasalnya doa umat dibawakan dengan 6 bahasa daerah yang berbeda lengkap degan pakaian daerahnya masing-masing. Ada Bahasa Batak, Jawa, Dayak, Nias, Bali dan Papua.
Selain itu, dalam perarakan persembahan kali ini juga dilakukan dengan cara yang beda dari biasanya. Beberapa volunteer AYD tidak hanya mempersembahkan roti dan anggur tapi juga mempersembahakan gitar, lambang media sosial, lambang bungkus rokok yang kesemuanya itu menjadi ciri dari hidup kaum muda. Tidak ketinggalan juga mereka mempersembahkan lambang AYD.

doc. panitia EKM

Perayaan misa malam itu diakhir pada pukul 7 lewat 45 menit dengan berkat penutup oleh keempat Romo. Tapi, ternyata belum berakhir sampai di situ, setelah berkat penutup, semua volunteer mengajak Romo, Frater, Suster dan seluruh umat yang hadir untuk menyanyikan theme song AYD lengkap dengan gerakannya. Mungkin saja ini kali pertama bagi umat untuk mendengarkan theme song AYD, namun para umat sangat antusias untuk ikut bernyanyi serta menari.

Selain dari bacaan yang menjawab keresahan para kaum muda Katolik, menyanyi dan menari bersama adalah hal yang sangat berkesan pada parayaan misa yang diselenggarakan oleh volunteer AYD. Semoga setelah mendapatkan jawaban tadi, para kaum muda Katolik yang tergabung dalam komunitas OMK maupun tidak dapat selalu menunjukan api semangatnya. Saling bahu membahu dan melayani siapapun tanpa pandang bulu serta melibatkan Tuhan dalam setiap kegiatan maupun perkara. Terlebih lagi, berkenan mendukung perhelatan AYD yang akan dilaksanakan di Indonesia, terutama di Yogyakarta. WE GASPOL WITH GOSPEL!

Penulis:

Sativa Koeswojo