Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

Joyful Asian Youth!

Lukas: Hubungan Seluas Dunia

unspecified

Lukas! Nama yang tidak asing dalam dunia kekristenan karena tulisannya yang kini kita kenal sebagai  Injil Lukas (60-63 M) dan Kisah Para Rasul (63M). Berkat kemampuan menulisnya, banyak orang mengira dia adalah seorang dokter (Kol 4:4). Berbeda dengan pandangan kita tentang dokter jaman sekarang yang kebanyakan berasal dari orang yang kaya dan terpandang, Lukas hanyalah seorang pembantu di sebuah keluarga.

Keunggulannya sebagai seorang dokter adalah pengetahuannya tentu lebih luas dari kebanyakan orang, ini tampak dalam tulisan Lukas yang kaya akan kosakata.

Di antara keempat penulis Injil, Lukas adalah satu-satunya penulis non-Yahudi. Dia orang Yunani yang tinggal di sekitar Antiokhia dan juga bukan penganut agama Yahudi. Sebagai seorang asing yang menjadi pengikut Kristen tentu banyak tantangan yang dia hadapi termasuk  ketika menyertai Paulus dengan setia (2 Tim 4:11) dalam perjalanan hingga sampai ke Roma (Kis 28:16). Jika dilihat dalam peta sekarang,  Lukas yang juga menjadi pelindung bagi para dokter dan ahli bedah, sudah melakukan perjalan dengan melalui 32 negara, 54 kota dan 9 pulau.

Sebagai seorang non Yahudi dan juga bagian dari jemaat awal, situasi yang dihadapi Lukas pun tidak mudah. Terdapat ancaman yang berasal dari dalam dan luar diri Lukas. Ancaman dari luar, jemaat Kristen berhadapan dengan kelompok Yahudi yang sejak awal menentang umat kristen baik itu orang Yahudi sendiri maupun orang asing yang kemudian menjadi pengikut agama Yahudi. Sedangkan ancaman dari dalam, sebagai kelompok baru, jemaat kristen pun berhadapan dengan ketegangan karena perbedaan pandangan antara kelompok Yahudi Kristen dengan non-Yahudi Kristen yang bisa berujung pada perpecahan.

Berhadapan dengan situasi ini, tantangan Lukas adalah bagaimana mewartakan kabar gembira Yesus Kristus sehingga bisa diterima sebanyak mungkin orang tak terkecuali orang asing, di saat yang sama, bagaimana menghubungkan kelompok-kelompok yang berbeda dalam jemaat sehingga misi keselamatan yang telah dilaksanakan Allah untuk semua orang terwujud.

Lukas berusaha menjawab tantangan ini dengan memberikan sudut pandang unik dengan menulis kisah 6 mujizat dan 18 perumpamaan yang tidak ditemukan di Injil-injil yang lain. Sudut pandang unik ini dirangkai Lukas dalam tema- tema kemiskinan dan keadilan sosial. Sebagai contoh Perumpamaan Hakim yang Tidak Benar (Luk 18:1-8) di mana dikisahkan seorang hakim yang tidak takut Allah dan tidak menghormati seorang pun (8:2) akhirnya mengabulkan permohonan seorang janda yang dengan tekun memohon keadilan. (8:5). Dalam Kisah Orang Kaya dan Lazarus yang Miskin (Luk 16:19-31), Lukas menunjukkan pula bahwa Allah mempunyai keadilanNya sendiri. Lazarus yang di dunia hidup menderita, akhirnya menikmati kebahagiaan dalam hidup setelah kematian. Lukas juga menghubungkan kita dengan suara tentang perempuan berkaitan dengan pergumulan, perjuangan, dan harapannya yang Lukas tuliskan dalam kisah Maria yang mengandung tanpa suami melakukan perjalanan jauh mengunjungi Elisabeth yang juga mengandung di usia tuanya (gambaran ini  terungkap pula dalam Kidung Magnificat).

Tema Pengampunan dan Belas Kasih Allah juga menjadi perhatian Lukas. Perumpamaan terkenal tentang Anak yang Hilang  dan Kisah Pertobatan seorang wanita yang membasuh kaki Yesus (Luk 7:36:50) mau menunjukkan bahwa pengampunan dan belas kasih Allah untuk semua orang, siapa pun dia asal dia mau bertobat. Lukas juga menunjukkan bagaimana seharusnya hidup sebagai jemaat kristen. Berkumpul, berdoa, dan berbagi-berderma harta miliknya adalah ciri khas sebagai jemaat Kristen (Kis 2:41-47).

Lewat ketiga hal itu jemaat kristen saling terhubung satu dengan yang lain. Jika keterhubungan ini terjadi lewat perjumpaan, begitu pula dengan keterbukaan. Lewat perjumpaan dengan jemat-jemaat non- Yahudi dan kesaksian para murid akan kegembiraan melayani jemaat di luar Yerusalem, akhirnya semua jemaat di Yerusalem  sepakat dan terbuka bahwa menjadi kristen bukan soal hukum disunat atau tidak tapi melihat bagaimana Allah telah berkarya dan menyatakan kehendaknya lewat perantaraan saudara-saudara yang asing, yang tidak bersunat (Kis 15:1-21).

Dari usaha Lukas menjawab tantangan yang ada, tampak lah bahwa lewat belas kasih Allah, kita semua diajak untuk terhubung kembali dengan Dia, siapa pun kita. Perbedaan yang ada: pria-wanita, miskin-kaya, Yahudi-non Yahudi, tuan-budak, tidaklah untuk dipertentangkan karena bagi Dia semua adalah anak-anakNya. Akhirnya melalui usaha Lukas lewat tulisannya 2000 tahun yang lalu, yang ingin menghubungkan kita semua dalam proyek keselamatan Allah, maka kita semua, saat ini, diundang pula untuk terlibat menghubungkan sebanyak mungkin orang dengan belas kasih Allah lewat sarana yang kita miliki sekarang.

 

Daftar Pustaka

Gianto, Agustinus, Dag Dig Dug Byar! Yogyakarta: Kanisius 2004.

Matindale, C.C., The Gospel According to Saint Luke,  New York: Longmans, Green and Co,1957.

http://www.catholic.org/saints/saint.php?saint_id=76 Selasa, 11 Oktober 2016 pkl. 22.13

Ditulis oleh: Fr. Thomas Septi Widhiyudana, SJ