Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

Joyful Asian Youth!

http://asianyouthday.org/blog/mama-kasihmu-sepanjang-hayat/

Mama, Kasihmu Sepanjang Hayat

Tidak ada seorang pun yang dapat menggantikan Mama di mataku. Dua puluh empat tahun aku hidup bersamanya, aku banyak belajar tentang ‘Kasih’. Hampir setiap waktu selalu aku habiskan bersama Mama, terlebih sejak Papa jarang bisa berkumpul bersama.

Mama, dalam pandanganku, adalah sosok Wonder Woman  yang sesungguhnya. Beliau ikhlas membanting tulang dengan berjualan agar bisa membiayai kehidupanku dan kedua kakak angkatku. Mama adalah sosok perempuan tangguh. Beliau tidak ingin anak-anaknya merasa cemas, bingung, atau menjadi sedih. Enam tahun silam, tepat saat perayaan Jumat Agung, Mama divonis dokter sakit ginjal yang mengakibatkan beliau harus dirawat untuk beberapa saat. Tapi tak satu kata keluh kesah yang keluar dari mulut beliau. Aku sangat takut dan  satu-satunya hal bisa aku lakukan hanyalah menangis, tapi Mama selalu bisa menenangkanku. Jangan cemaskan, Mama.

Mama adalah penguat dalam segala langkah hidupku. Bahkan dalam kondisinya waktu itu pun, beliau masih bisa menggenggam erat tanganku seakan ingin berkata kepadaku bahwa aku tidak perlu takut. “Kamu tidak perlu takut, Bunda Maria selalu mendoakan dan menjagamu”, ungkap beliau.

Lambat laun kondisi Mama memang tidak menunjukkan hal yang positif. Kakak ku sempat tidak bisa menerima kenyataan ini, tetapi lewat doa-doa yang selalu aku bisikkan dan nyanyian lagu-lagu rohani kesukaan Mama, kami akhirnya bisa teguh.

Hingga tepat di hari Minggu Paskah, Tuhan memanggil Mama untuk pulang ke rumah-Nya saat beliau sedang melakukan cuci darah. Mendengar berita itu, rasanya seperti separuh nyawaku seakan hilang bersama Mama. Aku belum bisa mewujudkan satu cita-cita Mama, yaitu melihatku diwisuda. Mama adalah tulang punggung keluargaku dan sejak beliau sakit, aku memutuskan untuk mengambil jeda kuliah dan bekerja untuk membantu pembiayaan pengobatan Mama.

Kini waktunya membalas semua yang sudah dilakukan Mama untuk ku, aku akan mewujudkan cita-cita Mama. Walaupun sedih rasanya karena Mama adalah segalanya bagiku dan kini aku sudah tidak punya waktu lagi bersamanya. Namun, aku yakin bahwa Mama sudah bahagia di Surga dan menjadi pendoa bagi kami anak-anaknya yang masih berziarah di dunia ini.

Penulis:  Cecilia Justine Setiawaty, OMK Paroki Santo Yosef Kediri

Penyelaras tulisan: Cahyok