Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

Joyful Asian Youth!

http://asianyouthday.org/blog/selamat-melayani-uskup-berkumis-dan-humoris/

Selamat Melayani Uskup Berkumis dan Humoris !

Penantian umat Keuskupan Agung Semarang akan hadirnya Uskup Agung baru akhirnya usai sudah. Setelah 16 bulan sejak berpulangnya Mgr. Johannes Pujasumarta pada 10 November 2015 lalu, Paus Fransiskus mengumumkan pada Sabtu, 18 Maret 2017 kurang lebih pukul 12.00 waktu Roma atau pukul 18.00 WIB, Romo Robertus Rubiyatmoko dipilih sebagai Uskup Agung Semarang.

Kabar gembira ini diteruskan oleh para imam kepada umat di Keuskupan Agung Semarang dalam Misa Mingguan, Sabtu, 18 Maret 2017. Salah satunya oleh Administrator Diosesan, Romo FX. Sukendar saat membawakan misa di Katedral Semarang. Uskup Agung yang akrab disapa Romo Ruby ini menjadi Uskup Agung Semarang yang ke-6 setelah Mgr. Alb. Soegijapranata (alm.), Kardinal Darmojuwono (alm.), Kardinal Julius Darmaatmadja, Mgr. Ign. Suharyo, dan Mgr. Johannes Pujasumarta (alm.).

Romo Ruby lahir di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada tanggal 10 Oktober 1963 dan merupakan putra dari pasangan Bapak Ibu Harjo Partono (alm.). Setelah menyelesaikan pendidikan di Seminari Menengah Mertoyudan, Romo yang murah senyum ini menjejakkan panggilan imamatnya bersama para calon imam Keuskupan Agung Semarang. Beliau kemudian ditahbiskan sebagai imam pada 12 Agustus 1992 di Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan Yogyakarta oleh Kardinal Julius Darmaatmadja, Uskup Keuskupan Agung Semarang saat itu.

Semasa menjadi imam, Romo yang khas dengan kumisnya ini pernah bertugas di Paroki Santa Maria Assumpta Pakem, Yogyakarta pada tahun 1992-1993. Selesai menempuh studi Hukum Gereja di Universitas Gregoriana (1993-1997), beliau menjadi pengajar Hukum Gereja di Fakultas Teologi Wedabhakti, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta hingga sekarang. Beliau juga menjadi Vikaris Yudisial Keuskupan Agung Semarang sejak 2011.

Romo Ruby dikenal sebagai sosok yang humoris, terlebih jika beliau mengajar mata kuliah yang berhubungan dengan Hukum Gereja. Mata kuliah serius yang dijalani selama 2-4 jam tersebut tidak terasa bagi mahasiswa dan mahasiswi, karena sisipan humor yang beliau lontarkan di tengah perkuliahan. Di samping kesibukannya sebagai dosen, beliau juga mendampingi umat dan paroki-paroki berkaitan dengan perkawinan dalam Gereja Katolik, mengenai kesulitan dan tantangan yang dihadapi.

Setelah penunjukan sebagai Uskup Agung diumumkan kepada publik, maka tahap selanjutnya adalah penahbisan sebagai Uskup Agung. Berkaitan dengan waktu penahbisan, paling tidak ada tiga Uskup Agung yang hadir. Mengenai waktu dan tempat, sejauh ini belum ditentukan.

“……Berilah kami Uskup baru, yang sungguh mencintai Engkau dan GerejaMu, serta memimpin kami dalam peziarahan hidup, mewujudkan Peradaban Kasih.” Semoga doa dan harapan yang diucapkan di dalam gereja saat menantikan Gembala baru, menjadi rahmat yang menyertai perjalanan Romo Ruby sebagai Gembala umat Allah di Keuskupan Agung Semarang. Proficiat dan selamat melayani!