Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

Joyful Asian Youth!

http://asianyouthday.org/blog/sisca/

Semua Atas Kehendak-Nya

Berkah Dalem, perkenalkan saya Sisca, OMK dari Paroki Santo Lukas Pemalang, Keuskupan Purwokerto. Saya saat ini berstatus sebagai seorang mahasiswa Jurusan Kedokteran Umum di salah satu Universitas di Jawa Tengah. Saya mengambil jurusan ini sepenuhnya karena ingin memenuhi harapan orang tua saya, walaupun artinya saya harus mengorbankan perasaannya saya sendiri karena sejatinya jurusan ini bukan kesukaan saya.

Mengambil jurusan ini artinya saya harus berhadapan dengan kesibukan yang bisa memakan waktu saya dengan sangat. Mulai semester awal saja, kesibukan itu sudah mulai terasa dari padatnya jadwal kuliah, hingga tidak bisa menikmati libur semester dengan tenang. Hal ini sedikit banyak mengakibatkan saya mengalami stress. Saya mulai menyalahkan keadaan saya ini kepada orang tua saya. Hingga kemudian saya mulai berani melawan orang tua saya, mulai tidak serius dengan apa yang saya jalani, hingga akhirnya nilai IPK saya anjlok.

Hingga, pada suatu ketika mama saya divonis oleh dokter mengidap tumor jinak, yang, Puji Tuhan, bisa diangkat dan sembuh dengan cara dioperasi. Namun, setelah tumor itu berhasil diangkat, dokter kembali mendiagnosa mama saya mengidap kanker serviks. Dan, waktu itu dokter tidak menyarankan apa pun dan menyatakan bahwa hal itu akan baik saya. Batin saya tidak bisa menerimanya. Saya merasa bahwa menjadi seorang dokter harus bisa bertanggung jawab lebih, bukan hanya mampu mengobati penyakit tapi juga harus mampu mencegah penyakit lain muncul. Dan kanker serviks ini lah yang membuat mama saya harus beristirahat selamanya.

Saya marah. Kecewa. Pada diri saya, pada dokter. Saya marah kepada diri sendiri karena saya adalah seorang mahasiswa jurusan kedokteran yang tidak bisa berbuat banyak untuk orang yang saya cintai. Mama saya. Saya juga ingin sekali marah kepada dokter yang menangani mama saya waktu itu karena saya merasa dokter itu tidak memberikan sebuah rujukan untuk menindaklanjuti penyakit yang diderita oleh mama saya.

Dari kehilangan ini saya belajar sebuah hal penting. Bahwa ketika sudah memilih belajar di tempat ini artinya saya akan memiliki sebuah beban dan tanggung jawab yang tidak sederhana. Beban dan tanggung jawab yang saya tanggung ini besar karena bukan hanya menyangkut tentang diri saya, tapi juga hidup orang lain yang nantinya akan jadi pasien saya. Saya harus kehilangan terlebih dahulu untuk bisa menemukan.

Selepas kepergian mama, saya bertekat untuk mengubah semua kebiasaan buruk saya selama ini. Saya yang merasa bahwa selama ini saya tidak berguna, ingin mengubah itu. Saya ingin belajar dengan lebih sungguh, berusaha menjadi dokter yang baik, karena saya yakin Tuhan menempatkan saya di sini bukan karena kebetulan, tetapi karena Tuhan ingin saya untuk bisa ada untuk orang lain yang membutuhkan.

 

Penulis : Sisca OMK Paroki Santo Lukas Pemalang

Penyelaras Teks: Cahyok

 

Gambar: Crown Vector Created by Freepik