Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

Joyful Asian Youth!

http://asianyouthday.org/blog/srawung-kaum-muda/

Srawung Kaum Muda Lintas Agama Surakarta

Srawung Kaum Muda Lintas Agama merupakan kegiatan toleransi antarumat beragama yang disiapkan oleh beragam komunitas berbasis agama di Kota Solo, serta didukung oleh Dinas Wali Kota Surakarta dan HAK Keuskupan Agung Semarang.  Kegiatan ini bertemakan “Menimba Semangat R. A. Kartini, Kaum Muda Lintas Agama Bersukacita Merajut Hidup Damai dalam Keberagaman”, dengan filosofi yakni kita sebagai kaum muda dan mudi punya hak yang sama dan harus berani mengambil peran dalam hal toleransi.  Berbagai komunitas sepakat menggelar acara ini dengan dasar pemikiran antara lain, menjalin hubungan yang baik antarumat beragama, menjalin tali silaturrahmi, menjunjung nilai persaudaraan dan kegotongroyongan, serta perwujudan dari keprihatinan kaum muda terhadap masalah toleransi.

Acara digelar di Pendhapi Gedhe, Balai Kota Surakarta pada tanggal 23 April 2017. Dibuka dengan pagelaran budaya pada pukul 10.00 WIB, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Romo Budi sebagai perwakilan agama Katolik, Romo Sektiyono perwakilan dari agama Buddha, Koh Adjie perwakilan dari agama Konghucu, Bapak Sugito perwakilan agama Hindu, dan Bapak Al Munawar perwakilan dari agama Islam. Turut hadir pula perwakilan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Surakarta. Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran sekurang-kurangnya tiga ratus masyarakat umum dari Kota Solo dan sekitarnya. Selain pagelaran budaya, terdapat juga sesi refleksi iman dari masing-masing agama, pertunjukkan band dan keroncong, serta penampilan dari komunitas kesenian. Acara ditutup dengan pendeklarasian persaudaraan antarkaum muda dari masing-masing perwakilan agama.

Doc. Pribadi

Persiapan acara ini kurang lebih dilaksanakan selama satu bulan, dengan kabar yang mendadak serta dana yang terbatas. Beruntung, panitia dibantu oleh HAK Keuskupan Agung Semarang yang sudah bergerak selangkah di depan. Dari bantuan tersebut, panitia juga dapat menggandeng Wali Kota Surakarta untuk turut mendukung acara ini. Berbagai komunitas yang tergabung dalam kepanitiaan, volunteer Asian Youth Day (AYD) dari Solo, Pastoral Mahasiswa Kestalan, FKUB, serta beberapa pihak lain membuat dinamika yang unik selama proses perencanaan dan pelaksanaannya. Pikiran positif dan koordinasi yang baik antarpanitia semakin memantapkan acara ini, walaupun pertemuan antarpanitia singkat dan sempat ada kekhawatiran saat acara berlangsung.

Doc. Pribadi

Melalui kegiatan ini, panitia mengajak kepada seluruh kaum muda untuk membuka mata bahwa keberagaman adalah suatu hal yang indah dan akan tetap berjalan seirama ketika semua saling memiliki rasa toleransi. Peserta juga diharapkan dapat mengerti berbagai budaya dan agama yang ada satu sama lain, memandang perbedaan sebagai hal positif dan mengedepankan toleransi saat berbicara tentang perbedaan itu sendiri.

Penulis: Yohanes Dinar