Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

Joyful Asian Youth!

http://asianyouthday.org/blog/syahdunya-keberagaman/

Syahdunya Keberagaman

Sebagai anak yang baru berumur 21 tahun, saya sedang asyik-asyiknya berteman dengan siapa saja. Seperti dulu saat bersekolah di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, saya berteman dengan mereka yang berasal dari sabang sampai merauke, bahkan ada teman yang berasal dari Malaysia dan Singapura.
Modal pertemanan yang kaya itu saya bawa ke jenjang perkuliahan. Di kampus, Universitas Bina Nusantara, saya kembali bertemu dengan teman-teman dari pelbagai latar belakang yang sangat kaya. Bukan hanya soal adat dan budaya, melainkan juga tentang kepercayaan dan keyakinan. Bahkan, saya memiliki beberapa teman yang mengaku tidak beragama. Dan itu semakin memperkaya saya tentang pemahaman mengenai keberagaman.
Bagi saya keberagaman adalah perbedaan yang kita temukan dalam keseharian. Saya sendiri adalah anak dari seorang ibu muslim Jawa dan bapak muslim Aceh. Di keluarga besar, dapat saya rasakan perbedaan antara sifat orang Jawa yang lemah lembut dan sopan dengan orang Aceh yang tegas, lugas, dan tak sopan dengan caranya sendiri. Sejak kecil, hari raya keagamaan selalu menjadi hari yang menyenangkan. Pasalnya, pada hari itu saya bertemu beragam orang yang berasal dari Jawa, Aceh, baik yang beragama Islam, Kristen, dan Katolik yang juga ikut merayakan hari raya bersama. Begitu juga sebaliknya, di saat mereka—yang beragama lain—merayakan hari besar agama mereka pun saya dan orang tua pun saya turut berkunjung untuk merayakan kebersamaan kami di hari besar itu.
Namun, kini keberagaman dimaknai dengan berbeda dan, tak jarang, kita menatap perbedaan dengan terlalu rumit. Seolah lupa jika kedamaian itu sesederhana manusia yang hidup berdampingan dengan perbedaan yang tak perlu semakin dibedakan. Kita memang berbeda,tetapi kita adalah sesama manusia dapat memaknai perbedaan sebagai bentuk kebaikan Tuhan. Alangkah indahnya mengenal perbedaan yang ada. Tak terputus keindahannya. Karena semua manusia bersaudara dan toleransi mempererat persaudaraan yang terjalin begitu indahnya.
Selamat menyambut perhelatan Asian Youth Day 2017. Semoga kita senantiasa menjadi manusia yang memanusiakan manusia. Semoga kita pun dapat terus hidup damai dalam keberagaman ini, dengan cara menjaga keharmonisan antar umat beragama dan umat manusia.

Keberagaman mengudara.
Terhirup tanpa terharapkan arus utama.
Oleh hidung mungil yang bersembunyi di negeri sendiri.
Tersadar jika mayoritas pun disuatu tempat dapat menjadi minoritas. Terkadang tertindas.
Tak jarang lepas bebas.
Kepakkan sayap goyahkan batas.

 

Penulis: Gibran Irfani Abdullah