Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

Joyful Asian Youth!

http://asianyouthday.org/blog/tanah-pasundan/

Tanah Pasundan, Surga Tanah Priangan

Keuskupan Bandung mencakup semua wilayah Jawa Barat—kecuali kota Bogor. Lebih dari 24 ribu kilometer luasnya dengan umat yang lebih dari 150 ribu. Keuskupan Bandung merupakan salah satu tempat terselenggaranya Days in Dioceses Asian Youth Day tahun ini.

Salah satu tempat yang menarik yang ada di Keuskupan Bandung adalah Cirebon. Di tempat ini ada sebuah gereja tertua yang merupakan peninggalan dari zaman penjajahan Belanda. Berdiri sejak tahun 1880, gereja ini dinamakan Gereja Santo Yusuf Cirebon.

Tanah Jawa Barat mendapat julukan negeri pasundan, tanah pajajaran, mojang priangan, mutiara dari timur, hingga tanah sejuta kuliner. Semuanya itu tidak mungkin tercetuskan tanpa adanya sejarah dan budaya masyarakat. Tanah Sunda ada sejak lahirnya peradaban Kerajaan Salangkanagara pada 130M, sebuah kerajaan bercorak Hindu. Tak bertahan lama, wilayah Jawa Barat sempat jatuh ke kerajaan-kerajaan lain seperti Kerajaan Tarumanegara pada abad ke 4M – 7M dan Kerajaan Pasundan pada tahun 932M – 1579M.  Selepas Kerajaan Pasundan mulai bertumbuh kerajaan kecil di wilayah Sumedang, Banten, hingga Cirebon.

Gereja Santo Yusuf Cirebon. Doc Pribadi

Pembentukan provinsi Jawa Barat juga tidak lepas dari peranan Hindia Belanda pada tahun 1922 dengan adanya pelaksanaan Bestuurshervormingwet. Yakni pembagian wilayah Hindia Belanda dengan membentuk sistem provinsi. Ketika merdeka, Indonesia membentuk Negara Serikat dan Jawa Barat kalla itu menggabungkan diri dengan nama Negara Pasundan. Sejak itulah wilayah ini, terus berkembang bersama NKRI.

Kota Seribu Jajanan

Mulai dari kuliner tradisional hingga kuliner inovatif, sektor kuliner menjadi salah satu andalan pariwisata Kota Bandung. Wajar, Bandung banyak melahirkan makanan inovatif. Salah satu inovasi yang lahir dari kota Bandung adalah kue cokelat yang mengalami perubahan formulasi, sehingga menjadikannya lebih lembut dan enak. Kue cokelat itu kini dikenal dengan nama brownies.

Tapi brownies hanyalah satu dari icon kuliner Jawa Barat. Sangat banyak makanan tradisional yang menggugah selera. Untuk kalangan vegeterian, tidak perlu khawatir. Tentunya ada karedok, tahu gejrot, sayur asem, kupat tahu, oncom tempe, combro, piscok (pisang cokelat), peuyeum, hingga seblak,dsb. Semuanya bebas daging. Yang bisa ditemukan di tiap sudut Kota Bandung.

Siomay Bandung

Pisang Coklat

Sedangkan untuk makanan yang mengandung daging, makanan Jawa Barat menawarkan cita rasa gurih. Sebut saja siomay, basreng, batagor, empal gentong, gepuk, tutut (siput), sate maranggi, dsb.

Oleh-oleh juga tidak kalah menarik. Jangan khawatir akan keawetannya. Karena oleh-oleh tentunya tidak mudah basi. Jangan lupa untuk membeli dodol, kerupuk melarat, kerupuk kulit, tahu sumedang, peuyeum, pastry roll, cireng, dan keripik pedas jika berkunjung ke Jawa Barat.

Situs Bersejarah

Ada situs warisan zaman megalitikum di Cianjur, Jawa Barat, yakni Gunung Padang. Situs ini bukanlah sebuah gunung berapi, melainkan gundukan bukit yang didalamnya dipercaya tertumpuk sebuah bangunan mahakarya nenek moyang setinggi 900 meter. Usia Gunung Padang diperkirakan 13.000 tahun lebih tua daripada bangunan Piramida Giza, Mesir.

Selain Gunung Padang, ada situs bersejarah lainnya ada di Kabupaten Karawang seperti, Candi Blandongan dan Candi Jiwa yang usianya melebihi Candi Borobudur. Candi ini masih dalam tahap penelitian.Dari hasil penelitian bisa disimpulkan bahwa candi tersebut berdiri pada massa Kerajaan Tarumanegara sebuah Kerajaan Hindu yang pernah berjaya pada tahun 7M.

Setelah kerajaan Hindu runtuh, pada abad 15 M berdiri Kerajaan Islam yang hingga saat ini masih utuh. Kesultanan Cirebon merupakan salah satu dari Kerajaan Islam di Jawa Barat yang letaknya di pantai utara Jawa. Tak kalah menarik, kerajaan ini memiliki situs bersejarah yang dapat wisatawan kunjungi, mulai dari Masjid Agung dan Gua Sunyaragi.

Keraton Kasepuhan

Taman Sunyaragi

 

Bandung, Creative City & Paris Van Java

Sejak tahun 2015 Bandung menyandang sebagai kota kreatif  yang diresmikan oleh UNESCO. Wajar, menurut Badan Pusat Statistik tidak lebih dari 75% penduduk kota Bandung adalah usia muda. Banyak hal positif yang dilakukan oleh golongan muda sehingga menghasilkan dampak bagi masyarakatnya. Misalnya saja inovasi dalam bisnis sandang, bisnis pangan, dan menyalurkan hobi. Tidak sedikit penduduk Kota Bandung menjadi deretan seniman besar di Indonesia.

Bandung Creative City

Setiap sudut kota Bandung akan menemukan berbagai komunitas seperti fotografi, menari, komunitas musik, dsb. Tak ayal, pemerintah setempat pula yang ikut berkontribusi dalam hal ini. Empat tahun belakangan, setiap sudut kota Bandung juga mengalami perubahan di segi arsitektur. Ditambah, sejarah Kolonial yang menjadikan kota ini pusat mode bagi kalangan borjuis Belanda – melengkapi atmosfer masyarakat untuk berkembang pada sektor industri fashion. Setidaknya selama ratusan tahun, kota Bandung menjadi Paris Van Java bagi Indonesia. Ratusan brand sandang lokal bertumbuh dan berkompetisi di kota ini.

Wisata Rohani

Pada wilayah Keuskupan Bandung, semua tempat wisata rohani dapat Anda kunjungi. Ada dua Gua Maria yang dapat dikunjungi oleh siapa pun dan kapan pun. Pada ketiga gua maria inilah umat Katolik sering mencari ketenangan diri. Gua Maria pertama yakni gua Maria Kahuripan, yang terletak di Gua Maria Sumber Kahuripan berada di Jalan Perintis Kemerdekaan no. 29, Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat. Hanya memerlukan waktu 3 jam perjalanan darat dari Ibukota Jakarta untuk ke tempat ini. Suasananya sejuk dan lahannya luas, memberikan atmosfer ketenangan bagi siapapun yang berkunjung ke tempat ini.

Gua Maria Pertapaan Karmel Lembang

Terakhir, adalah Gua Maria tertinggi yang letaknya di bukit Totombok desa Cisantana. Berdiri Gua Maria setinggi 700 meter, dengan nama Gua Maria Fatima Sawer Rahmat. Anda akan merasakan sensasi menaikki ratusan anak tangga ketika berdoa Salam Maria, mungkin saja Salam Maria yang anda panjatkan tidak sepenuhnya terucap karena perjalanan doa ini seperti sedang menaiki bukit (hiking). Selain sejuk, Gua Maria Sawer Rahmat juga menawarkan pemandangan indah sekitar gunung Ciremai yang sayang bila terlewatkan. Rasa lelah menaikki anak tangga akan terbayar dengan pemandangan hijau asri nan udara sejuk.

 

Penulis: Josephine Krisna Dewi Prawesti