Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

Joyful Asian Youth!

http://asianyouthday.org/blog/usia-bukan-penghalang-untuk-terjun-lapangan/

Usia Bukan Penghalang untuk Terjun Lapangan

Kala itu mentari tampak menunjukkan senyumnya. Teriknya menghangatkan segala macam makhluk hidup. Hijaunya tumbuhan bak sambutan indah guna memulai hari. Meriahnya suara beragam hewan bak nyanyian indah di pagi hari. Tak ketinggalan, manusia pun turut menunjukkan girangnya menghadapi hari baru.

Suasana itu tergambar jelas di Paroki Santo Alfonsus de Liguori Nandan, Yogyakarta. Tepat pukul 09.00, seluruh umat di paroki tersebut telah bersiap melakukan kerja bakti. Dengan senyum sumringah, mereka dengan antusias membersihkan lingkungan sekitar gereja.

Tema kerja bakti ini tetap berpedoman pada kegiatan 7th Asian Youth Day (AYD), yakni ”Joyful Asian Youth! Living the Gospel in Multicultural Asia”. Tentunya kerja bakti ini juga mencerminkan act to love alias kepedulian mereka pada lingkungan. Meskipun kegiatan AYD ini menekankan pada peran anak muda, namun seluruh umat di Paroki Nandan saling bahu-membahu. Tak peduli tua ataupun muda, semua terjun ke lapangan untuk menyambut AYD.

“Kami mengikut tema besar AYD. Jadi, sebenarnya kegiatan kerja bakti ini, bertujuan untuk mempersiapkan diri di lingkup paroki dengan membersihkan lingkungan gereja dan sekitarnya,” ujar Antonius Janottama Saga Pradipta yang akrab disapa Aga, Ketua Kirab Salib Paroki Nandan.

Ibarat seorang gembala yang tak akan meninggalkan domba-dombanya, begitupula yang dilakukan oleh romo Paroki Santo Alfonsus de Liguori Nandan. Romo Pascalis Bayu Edvra, Pr dengan setia bersama umatnya bekerja bakti. Bahkan ia pun rela memanjat patung Alfonsus guna menghilangkan debu-debu yang bertebaran pada simbol Paroki Nandan itu.

Cakupan bebersih lingkungan ini berada di kawasan gereja yang terletak di Dusun Gemawang, RT. 02 / RW. 43, Sinduadi, Mlati, Kabupaten Sleman. Pembagian wilayah kerja bakti terdiri atas tiga tempat besar. Pertama, arah utara daerah sekitar gereja hingga CSSR. Kedua, arah timur gereja hingga jalan besar. Ketiga, arah selatan hingga dekat makam.

Kerja bakti ini juga menjadi keakraban untuk membuyarkan batas antara tua dan muda. Banyak umat berharap agar kegiatan positif ini pelaksanaannya tidak hanya menjelang acara besar, seperti AYD. Mereka ingin kerja bakti mampu menjadi rutinitas umat Paroki Santo Alfonsus de Liguori Nandan.

Peserta kerja bakti ini diikuti oleh 55 orang. Jumlah tersebut mampu menjadi rekor kerja bakti dengan partisipan terbanyak.

“Kerja bakti ini adalah kerja bakti dengan peserta terbanyak selama ini. Kira-kira peserta lebih dari 50 dan dihadiri hampir semua lingkungan di paroki,” tambah Aga menceritakan kesan umat mengikuti kegiatan tersebut.

Waktu terus berjalan. Matahari pun bergerak hingga tepat di atas kepala. Peluh yang menetes dari paras para umat, tidak menyurutkan semangatnya untuk membersihkan gereja dan sekitarnya. Di lain sisi, manfaatnya pun terasa, terutama bagi Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Nandan. Bersihnya lingkungan menambah kenyamanan umat untuk berkegiatan di gereja. Relasi antar generasi di paroki tersebut makin terjaga.

Senyum merekah sambil melakukan kegiatan positif bersama. Betapa indahnya kebersamaan yang mampu dijalin antar umat, entah tua ataupun muda. Tak ada penghalang untuk saling membantu. Tentunya bersama-sama bersorak menyambut kebesaran Allah berbentuk kegiatan Asian Youth Day. Kini, biarkan tangan Allah menyempurnakan segala jerih payah anak-anak-Nya.

 

penulis: Yosepha Debrina