Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

Joyful Asian Youth!

http://asianyouthday.org/blog/virus-negeri-kompak/

Virus Negeri Kompak

Semarak malam Minggu di Paroki St. Yohanes Rasul Pringwulung semakin terasa dengan dentuman musik yang berpadu apik dengan siraman cahaya bulan. Hari itu, perhelatan Kirab Salib AYD menjadi terasa semakin meriah dengan adanya deretan stand dari pelbagai tempat dengan pelbagai tampilan yang unik.

Ada sebuah stand lukisan tato dari Kalimantan dengan hiasan sebuah perisai kayu, ada pula sebuah stand dari Flores yang menampilkan sebuah tenunan khas dari daerahnya. Namun, dari semua hingar bingar tampilan stand, ada sebuah paradoks di sana. Ada sebuah stand yang sedikit sepi dari bermacam atribut. Di stand itu hanya ada sebuah meja panjang dengan dua papan permainan mirip permainan ular tangga. Stand itu adalah milik Forum Jogja Damai.

Forum Jogja Damai (FJD) adalah sebuah wadah bagi kaum muda dari pelbagai komunitas yang ada di Yogyakarta yang gelisah akan isu-isu yang mengusik rasa damai di Indonesia. Lewat bermacam-macam aksi mulai dari dialog, roadshow, dan berbagai macam kegiatan seni, FJD mencoba membagikan virus perdamaian miliknya.

Kini, lewat sebuah Festival Budaya yang menjadi salah sau rangkaian Kirab Salib AYD di Pringwulung, Sleman, Yogyakarta, FJD tampil menyemai virus perdamaian itu lewat sebuah permainan bernama Negeri Kompak.

Doc. Pribadi

Dalam permainan Negeri Kompak ini, para pengunjung di ajak untuk saling berinteraksi satu sama lain untuk berbagi kepedulian bagi di dalam atau di luar kelompok permainan.

Permainan yang berasal dari Wahid Institute Jakarta ini terdiri dari sebuah papan permainan yang bisa terbuat dari kayu maupun kertas.Tujuan permainan ini adalah untuk memupuk rasa pemahaman dan pengamalan akan pancasila, menghargai orang lain yang berbeda suku, agama, ras, golongan, dan juga pendapat, serta melatih kekompakan di antara pemain. Interaksi menjadi inti dari permainan ini.

“Acara ini menarik karena mampu menghadirkan beragam suku dan golongan dalam satu kesempatan. Meskipun ini [acara Festival Budaya] merupakan suatu rangkaian acara keagamaan, tetapi di sini panitia mampu membagikan kebersamaan sukacita dalam suatu acara yang dapat dirasakan oleh semua orang dari anak kecil ataupun orang tua, dari agama apa pun dan dari lapisan masyarakat mana pun” ungkap Yulius, salah satu wakil dari FJD.

Doc. Pribadi

Shalahuddin Al Ahmad, yang juga wakil dari FJD, menambahkan bahwa tidak sedikit pula pengunjung yang antusias dengan acara ini dan juga antusias dengan permainan Negeri Kompak yang mereka sajikan, beberapa dari pengunjung bahkan sangat ingin bila permainan ini diberikan di sekolah-sekolah serta diperjualbelikan secara umum.

 

Penulis: Yulius