Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

Joyful Asian Youth!

http://asianyouthday.org/blog/warna-dan-nada-surgawi/

Warna dan Nada Surgawi

Nama saya Bonifatius Ariel Anggoro. Saya berasal dari Paroki Kristus Raja Serang-Banten, dan saya baru saja lulus dari jenjang SMA dan sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Sejak SMP hingga SMA, saya selalu bersekolah di Sekolah Negeri karena keinginan orang tua saya. Saya sendiri sebenarnya ingin bersekolah di Sekolahan Katolik yang berada di luar kota. Pada mulanya, saat saya berada di jenjang SMP, saya merasakan betapa sulitnya bagi saya untuk beradaptasi dengan teman-teman dan lingkungan yang mayoritas beragama Islam dengan cara mereka yang berbeda dengan saya karena saya yang selama SD berada di sekolahan Katolik. Banyak teman-teman atau guru-guru yang mungkin tidak mengerti mengenai kepercayaan yang saya anut sehingga pernyataan yang kurang enak tentang agama saya kerap terlontar dari mereka. Saya hanya bisa sabar, dan terus percaya kepada Tuhan bahwa pasti ada maksud dan tujuan yang harus saya dapatkan di sekolah Negeri.

Seiring berjalannya waktu bersama saudara-saudara seiman dalam Kristus Tuhan dan peneguhan dari Tuhan, saya pun menyadari dan memahami apa yang seharusnya saya lakukan di sekolah negeri. Tuhan membantu dan ajarkan kepada saya untuk berusaha menghadirkan Kristus dengan kasih saya kepada teman-teman dan lingkungan agar setiap orang merasakan bahwa ternyata Tuhan Yesus itu hidup dan cintaNya dirasakan oleh semua orang. Walaupun kepercayaan lain tidak meyakini bahwa Yesus adalah Tuhan, namun saya yakin bahwa dalam menuju suatu kehidupan mutlak di Surga, yaitu Allah yang adalah satu, begitu banyak jalan dan cara yang ditempuh oleh manusia melalui berbagai ajaran Iman yang mereka yakini sebuah kebenaran hakiki. Saya semakin diteguhkan dalam Tuhan, dan membuat saya semakin mengerti bahwa setiap orang mempunyai warna dan nada yang berbeda-beda agar terciptalah suatu perpaduan yang indah dan harmonis melalui interaksi di dalamnya.

Dan dari perlakuan saya kepada orang sekitar, mereka pun semakin lama memberi timbal balik yang baik kepada saya, dan ini membuat saya pun terus yakin bahwa dengan berada di sekolah negeri, Tuhan menuntut saya untuk keluar dari zona nyaman dan terus bertumbuh dalam Iman yang mempunyai efek dan dampak dalam tugas utama sebagai pelajar.

Ketika saya SMA, Tuhan membuat segala sesuatu menjadi lebih indah dan lebih berwarna lagi. Selama SMA, Tuhan izinkan saya untuk bersahabat dengan banyak orang dan meneguhkan mereka untuk tetap percaya dan hidup dalam iman yang mereka anggap suatu kebenaran. Bahkan ketika saya SMA, Tuhan membuka jiwa saya bahwa sebagai orang Katolik yang minoritas, hendaknya kita harus selalu menjadi Kepala, bukan sebagai Ekor dan membiarkan Roh Kudus-NYa berkarya dan diam dalam diri kita agar setiap orang merasakan Kerajaan Allah yang hadir dalam kehidupan mereka. Hal itulah yang terus mendorong saya untuk berbuat lebih dan lebih lagi dari sebelumnya.

Sungguh, ketika SMA, Tuhan izinkan saya mengalami banyak mujizat dan kuasaNya saya rasakan lebih dahsyat. Ia membantu saya untuk mengajari teman-teman yang belum mengerti mengenai suatu materi pelajaran, menjadikan saya sebagai siswa yang dipercaya untuk mengurus suatu project, dan lomba mewakili sekolah. Tentunya hal itu tidaklah saya sadari, dan itu semua TUHAN YANG BERKARYA dan TUHAN YANG MENAMBAHKAN karena itu semua mustahil jika saya mengandalkan apa yang ada dalam diri saya. Karena hal itulah,saya dapat merasakan apa arti sebuah persahabatan dan persaudaraan dalam diri teman-teman saya, dan saya pun sangat senang berada di SMA ini karena saya merasa tidak gagal sebagai seorang ORANG MUDA KATOLIK dalam membagikan Cinta Kristus itu kepada orang sekitar.

TUHAN YESUS menguatkan saya dan membuat saya pribadi yang baru ketika saya berada di sekolah Negeri. Ia izinkan saya untuk mengenal warna dan merasakan merdunya nada yang keluar dari teman-teman saya. Kini, bukan suatu hal yang mudah untuk berpisah dengan mereka. Namun hal itu harus terjadi. Akan tetapi, saya yakin bahwa TUHAN akan menjaga teman-teman saya dan IA tidak akan membiarkan mereka kehilangan arah dan jalan dalam kehidupan mereka, karena IA begitu sayang kepada mereka yang telah saya bantu dan menolong mereka dalam merasakan ALLAH YANG HIDUP dan MENYERTAI Kehidupan mereka. AMIN.

“Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.“
1 Korintus 12 : 6

Dan hendaknya kita selalu mengasihi dan membagikan Cerita Kristus yang sudah Ia lukiskan dalam kehidupan kita kepada sesama, sebab pada akhirnya :

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.“
Kolose 3:23

Atau dengan kata lain

“Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka. “
Lukas 6 :31

Penulis:
Bonifatius Ariel Anggoro,
OMK Paroki Kristus Raja Serang, Keuskupan Bogor