Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

Joyful Asian Youth!

Keuskupan Agung Makasar

Setelah asyik berwisata, kini saatnya kita mengenal lebih dekat kebudayaan Makassar. Apa saja sih kebudayaannya? Mari kita telisik lebih dalam!

  1. Balla Lompoa
Balla Lompoa

Balla Lompoa

Balla Lompoa atau Istana Raja Gowa berada di pusat kota Sungguminasa, Gowa. Rumah adat tersebut dibangun pada 1936 oleh Raja ke 31, I Mangngi-mangngi Daeng Matutu. Dalam bahasa Makassar, Balla Lompoa bermakna rumah besar. Model rumah ini berbentuk rumah panggung, dilengkapi dengan tangga yang tingginya lebih dari dua meter. Kini, bangunan Balla Lompoa ditetapkan menjadi museum yang juga menyimpan beragam koleksi benda unik, seperti mahkota, gelang, dan kalung. Benda-benda tersebut terbuat dari emas murni yang berhiaskan berlian, batu ruby, dan permata.

  1. Baju Bodo

Baju Bodo merupakan pakaian adat suku Bugis-Makassar. Konon baju tersebut termasuk dalam jejeran daftar busana tertua di dunia. Baju Bodo terbuat dari kain kapas yang dipilih dan dikaitkan dengan benang katun. Kain Muslin, sebutan bahan dasar Baju Bodo dibuat berongga dan renggang jarak antar benangnya. Baju Bodo berlengan pendek dan acapkali dipasangkan dengan baju dalaman berwarna terang. Sedangkan busana bawahnya menggunakan sarung sutera berwarna senada. Baju ini khusus dikenakan oleh perempuan. Tiap warna melambangkan tingkat usia dan kasta pemakainya. Pakaian ini biasanya digunakan untuk acara adat, seperti pernikahan dan peyambutan tamu-tamu kehormatan.

  1. Tari Pakarena
Tari Pakarena

Tari Pakarena

Tari Pakarena merupakan salah satu bentuk ekspresi kesenian rakyat Gowa, Sulawesi Selatan. Tarian ini acapkali digunakan utuk penyambutan tamu. Tari Pakarena lekat dengan unsur ritual, sehingga tak heran jika tarian tersebut terus hidup dalam ruang batin masyarakat Gowa. Kesan dalam tarian Pakarena adalah kelembutan dan terlihat dari watak perempuan gowa yang sopan, setia, patuh, dan hormat pada laki-laki terutama suami. Tarian Pakarena terdiri atas 12 bagian dan tiap pola tarian menyiratkan makna khusus.

  1. Coto Makassar

Siapa yang tak kenal dengan Coto Makassar? Makanan tersebut terbuat dari jeroan sapi (paru, hati, usus, jantung, dan babat) yang dicampur dengan bumbu racikan khusus. Coto disajikan dengan kuah dan dipadukan dengan beberapa rempah-rempah, dilengkapi dengan gilingan gorengan kacang tanah. Biasanya Coto Makassar dinikmati dengan ketupat atau burasa dan dilengkapi dengan sambal taoco. Hmm… Nikmat rasanya jika dinikmati bersama orang-orang terdekat.

sumber:

  • http://www.dokpenkwi.org/2015/10/26/keuskupan-agung-makassar/
  • http://fxsadohoa.blogspot.co.id/2015/02/surat-gembala-prapaskah-2015.html
  • http://nurterbit.com/wp-content/uploads/2015/01/Bantimurung2.jpg
  • http://artikeldaninformasi.com/wp-content/uploads/2014/07/benteng-rotterdam.jpg
  • https://calonbankirgila.files.wordpress.com/2012/05/img_0814.jpg
  • http://daradaeng.com/wp-content/uploads/2014/02/Tari-Pakarena.jpg
  • http://4.bp.blogspot.com/-ZhZuoW3e16s/UnZ9S4T8yJI/AAAAAAAAAGE/JxdwggFM07Q/s1600/balla+lompoa.jpg
1 2 3