Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

Joyful Asian Youth!

Keuskupan Denpasar

Lambang Keuskupan Denpasar

Lambang Keuskupan Denpasar

INFO KEUSKUPAN

Keuskupan Denpasar terdiri dari  3 pulau yaitu pulau Bali, Lombok dan Sumbawa. Menurut pembagian wilayah pemerintahan, Keuskupan Denpasar meliputi 2 wilayah propinsi yaitu Propinsi Bali dan Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Propinsi Bali memiliki 8 kabupaten dan 1 kotamadya sedangkan Propinsi NTB memiliki 6 kabupaten dan 1 kotamadya.

Dalam menggembalakan umat di Keuskupan Denpasar ini Bapak Uskup, Mrg. Dr. Silvester Tung Kiem San dibantu oleh 39 orang imam, terdiri dari 24 orang imam projo, 11 orang imam SVD, 1 orang imam CDD dan 1 imam OCD dan 2 imam O’Carm.. Ada 13 biara/tarekat suster yang berkarya di Keuskupan Denpasar. Biara/tarekat itu adalah AK, CB, CIJ, JMJ, PRR, RVM, OSF, SSpS, SPM, FdCC, Bunda Berduka Cita, Brigit’s Sister, dan FCJM. Suster-suster ini berkarya dibidang pendidikan, kesehatan, pastoral dan karya-karya social, 2 orang bruder SVD dan dari Ordo Salesian Don Bosko 1 orang yang berkarya dibidang pendidikan.

Uskup Yang Menjabat

  1. Paul Sani Kleden, S.V.D., sejak 4 Juli 1961 hingga wafat 17 November 1972
  2. Vitalis Djebarus, S.V.D., sejak 4 September 1980 hingga wafat 22 September 1998
  3. Benyamin Yosef Bria, sejak 14 April 2000 hingga wafat 18 September 2007
  4. Silvester Tung Kiem San, sejak 22 November 2008
Tempat Ziarah
Gua Maria ‘Palinggih Ida Kaniaka Maria’ Palasari dibangun pertama kali pada tahun 1962 di Banjar Palasari, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali yang lokasinya pada saat itu bersebelahan dengan Kepala Susteran OSF Palasari.
Semenjak tahun 2000, Palinggih Ida Kaniaka Maria Palasari banyak dikunjungi peziarah lokal, domestik, dan mancanegara. Maka Pastor Paroki pada saat itu yaitu Rm. Laurensius Maryono. Pr, merasa terpanggil untuk mengadakan renovasi atau pemugaran Gua Maria, maka sekarang Palinggih Ida Kaniaka Maria sedang dalam masa renovasi atau pemugaran Gua Maria dan sedang ditambahkan areal khusus stasi Jalan Salib yang bisa digunakan oleh para peziarah yang ingin berdoa.
gua maria palasari

Gua Maria Palasari

BUDAYA
Inkulturasi budaya yang sangat nampak terdapat di sekitar Keuskupan Agung Denpasar adalah eksterior dan interior Gereja. Di wilayah Keuskupan Denpasar terlebih lagi di wilayah Provinsi Bali ini sangat mencolok di mana mengadaptasi dari berbagai rumah adat di Bali serta bentuk-bentuk dari Pura.
Gereja Babakan

Gereja Babakan

Tarian
Tari Kecak
Tari Kecak adalah pertunjukan tarian seni khas Bali yang lebih utama menceritakan mengenai Ramayana dan dimainkan terutama oleh laki-laki. Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan “cak” dan mengangkat kedua lengan, menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana.
Kecak

Tari Kecak

Tari Cendrawasih
Tari Cendrawasih Bali menggambarkan keindahan burung Cendrawasih yang bertebangan di angkasa. Tari Cendrawasih ditarikan oleh 2 orang wanita dewasa. Satu memerankan burung Cendrawasih jantan dan satunya lagi cendrawasih betina. Burung Cendrawasih yang dikenal sebagai Manuk Dewata di Bali memang memiliki karakter yang meliuk-liuk seperti sedang menari dan juga menyanyi ketika menjelang perkawinan.
Tari Cendrawasih

Tari Cendrawasih

Tari Gendang Beleq
Tari Gendang Baleq adalah salah satu tarian dari Lombok, dinamakan demikian karena memakai gendang yang sangat besar. Kesenian Gendang Beleq sudah menjadi tradisi di Suku Sasak sejak lama dan merupakan kesenian peninggalan Kerajaan Selaparang Lombok yang menguasai sebagian wilayah pulau Lombok bagian timur pada zaman Kerajaan Anak Agung. Disebut Gendang Beleq, karena menggunakan Gendang berukuran besar yang dalam bahasa sasak disebut Beleq.

Beleq

Tari Gendang Beleq