Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

Joyful Asian Youth!

Keuskupan Purwokerto

Bahasa dan Budaya Tradisional

Bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa dengan dialek Banyumasan atau lebih familiar dengan istilah “Ngapak”. Bahasa ini merupakan bahasa kebanggaan yang patut untuk dilestarikan dan dihargai. Untuk alat musik tradisional, Purwokerto memiliki Kenthongan. Kenthongan atau musik thek-thek adalah seni musik yang dimainkan dengan alat musik bambu yang dimainkan oleh 20-40 orang. Untuk kebudayaan, Kebudayaan Begalan dan Ronggeng adalah kesenian asli Banyumas yang sekarang sudah mulai pudar keberadaaannya. Makanan khas dari kota ini adalah Mendhoan, Tahu Brontak, Kripik Tempe,  Sroto, Gethuk Goreng, Keong Kuah Pedas, Dage, Semayi, Tegean, Empal basah, Themlek, dll.

Tempat Wisata

Purwokerto memiliki beberapa tempat wisata alam andalan yang berskala nasional, antara lain :

  1. Baturaden

Baturaden adalah sebuah resort wisata yang menawarkan panorama air terjun, mini-train, perahu dayung, dan kolam renang. Wisata Baturaden terletak di sebelah selatan lereng Gunung Slamet, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kurang lebih 640 meter di atas permukaan laut dan 6 km dari puncak Gunung Slamet, sekitar 14 km dari utara kota Purwokerto.

  1. Telaga Sunyi

Telaga Sunyi masih berada di wilayah tempat Wisata Baturaden, Sekitar 4 km dari Gerbang Wanawisata atau setengah kilometer dari Baturaden Adventure Forest ke arah timur kedua objek wisata tersebut.

  1. Pancuran 3 dan Pancuran 7

Masih di kawasan yang sama dengan Baturaden. Tidak hanya bisa menikmati wahana airnya, tetapi juga menikmati pemandangan di sekitar yang akan menghilangkan rasa penat dan lelah.

  1. Curug Cipendok

Letaknya di Desa Karangtengah, Cilongok, Banyumas, atau sekitar 25 km dari pusat kota Purwokerto. Curug dengan pemandangan yang masih alami ini memiliki udara yang sejuk, karena letaknya yang berada di dataran tinggi. Walau begitu, akses untuk menuju tempat wisata di Purwokerto ini ternyata sudah cukup bagus sehingga memudahkan bagi para wisatawan yang ingin berkunjung.

  1. Gua Maria Kaliori

Gua Maria Kaliori adalah sebuah tempat ziarah yang terletak di desa Kaliori kecamatan Kalibagor, Banyumas. Terletak 20 km dari pusat kota Purwokerto. Di lahan seluar 5,6 hektar ini, wisatawan bisa menemukan berbagai fasilitas seperti pendopo untuk istirahat, gereja untuk beribadah hingga dudukan kursi di bawah pohon yang rindang. Di sini anda juga bisa berziarah ke makam dengan patung-patung malaikat. Ada juga patung Bunda Maria yang sudah diberkati oleh Paus Yohanes Paulus II.

Inkulturasi Budaya

Wayang Wahyu yang didirikan atas prakarsa Bruder L. Timotius Wignyosubroto FIC adalah wayang yang reportoarnya diambil dari Kitab Suci Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru. Isi cerita dan pesan Kitab Suci diperagakan dalam bentuk pertunjukan wayang kulit. Bentuk wayang dibuat khusus misalnya tokoh Yesus, Maria, dan Yusuf. Kerangka pertunjukan menggunakan konsep estetika pedalangan pada umumnya yaitu: (1) pelaku pertunjukan, yang terdiri dari dalang sebagai pelaku utama dan pengrawit, pesinden, penggerong sebagai pelaku pendukung;   (2) unsur garap pakeliran, yang meliputi: lakon dan sanggit, catur, sabet dan karawitan pakeliran; (3) peralatan pertunjukan meliputi: wayang, kelir, kotak, keprak, cempala, gamelan, serta lampu; dan (4) penghayat seni pedalangan.

Akulturasi atau pertemuan dua kebudayaan terjadi di dalam pertunjukan Wayang Wahyu, yaitu budaya narasi Semitis dan budaya narasi Jawa (cerita wayang kulit). Narasi Semitis ada dalam Kitab Suci Katolik, yaitu kisah-kisah tentang tokoh yang hidup pada kebudayaan masa lampau di Timur Tengah, misalnya kisah mengenai Nabi Musa, Nabi Elia, Nabi Yusup dan sebagainya sedangkan cara berkisah (bernarasi) orang Jawa ditemukan dalam cerita wayang kulit.

1 2