Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

https://asianyouthday.org/blog/bangkit-dari-keterpurukan/

Bangkit dari Keterpurukan

Halo teman-teman!

Saya akan berbagi pengalaman tentang bagaimana jatuh bangun saya dalam kehidupan OMK. Mulai dari hilangnya niat dan rasa untuk tidak tergabung dalam OMK sampai pada akhirnya memutuskan untuk kembali aktif  dan menjadi bagian dari OMK Paroki.

Menjauh dari kehidupan OMK Paroki bermula dari rasa sakit hati saya terhadap kepengurusan sebelumnya. Ketua OMK yang lama terasa jauh dari jangkauan saya karena hanya dekat dengan beberapa teman saya saja. Saya tidak pernah diberitahukan perihal berbagai kegiatan di OMK. Mungkin hal itu terjadi karena saya berasal dari keluarga kurang mampu dan tidak memiliki alat komunikasi, sehingga saya menjadi diasingkan seperti ini.  Saya sendiri sudah aktif di OMK sejak masuk SMP sampai dengan kelas X SMA, dan satu sekolah dengan ketua yang lama, namun meski begitu tidak pernah ada obrolan mengenai kegiatan OMK saat bertemu dengannya di sekolah.

Sakit hati dan emosi yang meluap-luap menyebabkan saya memutuskan untuk tidak aktif lagi dalam setiap kegiatan OMK. Saya mulai bolos kegiatan OMK dan mulai berpikir: Kalau kakak saya saja tidak aktif, kenapa saya perlu aktif di OMK? Apa saya keluar saja dari OMK?

Melihat hal ini orang tua saya pun juga menyarankan untuk tidak perlu lagi aktif di OMK. Namun setelah sekian lama masalah ini cukup mengganggu, saya teringat kembali dan mencoba meminta saran dari wali baptis saya. Ketika saya menceritakan segala keluh kesah yang dirasakan, wali baptis saya memberikan sebuah peneguhan yang menenangkan. Beliau mengatakan kalau Tuhan masih membutuhkan saya sebagai anak-anak-Nya. Jangan terbawa emosi dan larut dalam amarah sesaat saja. Jangan mudah terbawa arus, hanya karena kakak saya tidak aktif OMK bukan berarti saya ikut-ikutan suatu hal yang tidak sesuai dengan hati nurani saya. Tuhan masih membutuhkan saya.

Sepulangnya saya ke rumah, saat itu juga saya mengubah pemikiran saya. Saya ingin kembali, menjadi pelayan Tuhan yang masih membutuhkan saya sebagai anak-anak-Nya, melayani Tuhan dalam OMK dan menjadi orang muda Katolik yang sejati dalam Gereja. Saya semakin yakin bahwa Tuhan masih membutuhkan saya adalah ketika saya dipercaya sebagai sie Liturgi dalam kepengurusan baru OMK. Ditambah pula saya mendapat kesempatan berharga yakni menjadi wakil Keuskupan Purwokerto di pertemuan orang muda se-Asia, Asian Youth Day 2017 yang diadakan di Kota Yogyakarta. Berkat dan rahmat Tuhan yang melimpah ini membuat saya semakin aktif lagi dan lagi di OMK Paroki.

Bangkit dari keterpurukan membuat kita belajar lebih baik dari sebelumnya. Sama seperti Yesus Kristus yang sudah bangkit demi menyelamatkan umat-Nya dan juga anak-anak yang dicintai-Nya untuk menjadi terang dan kabar gembira bagi dunia.