Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

https://asianyouthday.org/blog/berkah-kirab-salib-ayd-gereja-makin-memasyarakat/

Berkah Kirab Salib AYD, Gereja Makin Memasyarakat

Militansi iman harus terus diasah, terutama di tengah situasi Gereja yang selalu dinamis dan mendapat berbagai tantangan. Kehadiran Salib AYD menjadi salah satu pemantik untuk kembali menyadari kehadiran Tuhan dalam kehidupan iman. Serangkaian kegiatan dilakukan dalam rangka mengisi kehadiran salib AYD di Paroki St. Theresia Lusieux Boro pada pertengahan bulan Februari. Rangkaian kegiatan ini digagas dalam rangka menunjukkan identitas dan ciri khas umat di Paroki Boro sekaligus memberikan makna lebih kepada para umat bahwa Gereja adalah paguyuban bagi masyarakat, bukan sekedar tempat ibadah.

Seperti di wilayah Kalirejo dengan penduduk yang mayoritas bermata pencaharian di bidang pertanian. Anak-anak, yang notabene adalah penerus generasi menyambut Salib AYD dengan tarian yang menceritakan mengenai pengolahan lahan pertanian. Rasanya menjadi sangat pas ketika dikorelasikan dengan adanya kekhawatiran matinya pertanian di wilayah Kulon Progo karena kurangnya generasi penerus. Anak-anak menjadi diperkenalkan dan mendapatkan refleksi bahwa merekalah empunya kekayaan pertanian di masa yang akan datang. Selain itu hiasan yang terdapat pada gereja Kalirejo sendiri memanfaatkan berbagai macam hasil pertanian, seperti tomat, cabai, sayuran, dll. Dan pada akhirnya, mereka-pun membuat sebuah salib dari bahan cangkul sebagai bahan refleksi atas kehidupan sehari-hari.

Pengalaman berkegiatan seperti di Kalirejo ini, secara tidak langsung menyadarkan Nina, ketua OMK Boro, mengenai pentingnya peran petani di kehidupan ini. “Di jaman sekarang, profesi petani dipandang sebelah mata, maka umat diwilayah Kalirejo membuat salib dari cangkul yang menunjukkan bahwa tanpa petani, masyarakat tidak akan bisa makan”, demikian kata Nina menjelaskan ke tim publikasi AYD.

Rangkaian kegiatan kirab Salib AYD turut menarik antusiasme teman-teman OMK yang dulunya belum muncul untuk berkegiatan kini menjadi ikut berperan aktif dalam kegiatan Gereja. Antusiasme teman-teman OMK ini ternyata juga menular ke umat yang lain, Nina mengatakan “Banyak umat yang senang ketika melihat kami memperagakan jingle AYD, tidak sedikit dari mereka yang kemudian mengunduh lagu tersebut dan mempelajari gerakannya. Akhirnya kami juga mengajak adik-adik SD dan SMP untuk bergerak bersama dengan iringan jingle AYD.”

Tidak sampai disitu, pada saat Ekaristi Kaum Muda juga terlihat adanya partisipasi umat dari berbagai kalangan, bahkan termasuk lintas agama. Antara lain dari teman-teman volunteer SGMB (Sekolah Generasi Muda Boro), dan beberapa paguyuban Jathilan yang tentunya memiliki anggota lintas agama.

Pada saat malam puncak, juga terlihat bahwa acara tersebut tidak hanya dinikmati oleh umat paroki Boro, namun juga dari beberapa Paroki terutama di area Kulonprogo dan masyarakat sekitar. Gereja pun tak lantas berfungsi sebagai tempat ibadah, namun sebagai paguyuban bertemunya para umat. Gereja semakin memasyarakat.

Berbagai dinamika dihadapi oleh panitia kirab Salib AYD, mulai dari perbedaan pendapat, perjuangan menjelaskan maksud dari AYD dan Kirab Salib AYD ke beberapa umat serta masyarakat sekitar, hingga bermunculannya teman-teman OMK dan umat dalam bergotong royong membantu pelaksanaan Kirab Salib AYD di Paroki Boro. “Semoga kegiatan ini mampu menambah semangat dalam pelayanan. Dalam pelayanan janganlah pernah lelah, harus senantiasa bersuka cita tanpa membeda-bedakan.” kata Nina menyampaikan pesan Kirab Salib Paroki Boro.

Tim Publikasi AYD

Galeri Foto

Sosok Rm JB Prennthaler SJ bersama panji AYD, panji KAS, dan Panji Vatican

Salib Cangkul persembahan Gereja Kalirejo

Beberapa makanan tradisional Kulon Progo disuguhkan kepada umat di malam puncak.

Cover lagu dan gerakan Theme Song AYD oleh OMK Samigaluh

Masyarakat dari berbagai daerah menikmati hiburan musik di Malam Puncak Kirab Salib Paroki Boro.

Video: