Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

https://asianyouthday.org/blog/bhinneka-tunggal-ika-bermuara-pada-cinta-kasih/

Bhinneka Tunggal Ika, Bermuara pada Cinta Kasih

Ada hal unik dan berbeda pada pembekalan gelombang kedua volunteer Asian Youth Day 2017 kali ini. Kedatangan Ustad Gus Irwan menghadirkan suasana baru yang sekaligus memicu antusias para volunteer untuk semakin tahu dan paham tentang apa itu “Multicultural Asia” di tengah kebhinnekaan Indonesia saat ini. Narsumber yang merupakan seorang pengasuh pondok pesantren As-Salafiyah memberikan sesi diskusi bersama para volunteer.

Dalam pembekalan yang diadakan pada tanggal 5-6 November dan 3-4 Desember 2016 tersebut, Ustad Gus Irwan mengenalkan Islam yang sebenarnya dan membenarkan pemahaman masyarakat luas mengenai Islam. Islam sebagai agama mayoritas, sama dengan agama-agama lainnya yang juga mengajarkan cinta kasih kepada sesama. Ustad Gus Irwan juga banyak berbagi mengenai isu-isu yang belakangan ini berkaitan dengan agama Islam, salah satunya dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Menurut beliau, pemahaman mengenai suatu agama dapat berbeda-beda sesuai apa yang dianut oleh masing-masing individu.

Sama halnya dengan pemahaman tentang Islam yang dipaparkan oleh Ustad Gus Irwan, beragam pula pemahaman dalam mengimani agama Katolik. Seperti tata cara dan gerakan ritual dalam mengikuti perayaan ekaristi, perihal kapan harus berdiri, berlutut, berapa kali membuat tanda salib dan sebagainya. Hal-hal tersebut kadang masih menjadi perdebatan di kalangan orang Katolik meskipun tujuannya tetap satu yakni memuliakan nama Tuhan.

Terlepas dari perbedaan dan perdebatan yang terjadi, perlu diingat dan ditanamkan dalam diri kita masing-masing kalau kita hidup di negara multikultur. Keberagaman dan perbedaan tersebar di mana saja, mulai dari suku bangsa, bahasa juga agama. Segala perbedaan itu sudah disatukan dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Berbeda untuk saling menghormati, menghargai dan menyayangi satu sama lain tanpa harus menggunakan kekerasan atau penindasan, karena nyatanya semua agama yang ada mengajarkan cinta kasih kepada sesama. Salam Joyful.

Penulis : Michael Ivan Aji Utama