Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

https://asianyouthday.org/blog/gotong-royong-angkut-salib-ayd-ke-paroki-nanggulan/

Gotong Royong Angkut Salib AYD ke Paroki Nanggulan

Pasukan berkaos hitam dari OMK Paroki Wates mengantarkan salib AYD ke Paroki Nanggulan Jumat, 27 Januari 2017. Meski hujan gerimis sempat mengguyur wilayah Nanggulan, para umat yang sedari pukul 4 sore menanti di halaman Gereja Santa Perawan Maria Tak Bercela  tetap tak gentar dan antusias menanti kehadiran salib AYD. OMK Paroki Nanggulan juga telah menyulap lokasi gereja dengan dekorasi meriah, sebagai simbol rasa bahagia untuk menerima estafet Salib AYD selanjutnya.

Persiapan untuk menyambut Salib AYD telah dilakukan sejak 2 minggu sebelumnya. Meskipun terkesan mepet, namun OMK Paroki Nanggulan mampu memaksimalkan dengan sistem gotong royong. “Konsep Kirab Salib Nanggulan ini kita tidak mengeluarkan uang, tetapi bisa tetap terlaksana berkat semangat OMK yang memaknai keterlibatan di sini seperti memanggul salib Kristus,” ungkap Reynaldus Raka Primatama selaku ketua Kirab Salib.

Bentuk gotong royong yang dilakukan oleh OMK Paroki Nanggulan adalah dengan mengajak para umat untuk berpartisipasi, tidak melulu dalam wujud materi atau pendanaan – tapi bisa juga dalam hal sarana prasarana. Pasalnya mengajak gotong royong pun bukan perkara mudah dan justru inilah yang menjadi tantangan penyelenggara yakni OMK Nanggulan. Septa, selaku ketua OMK di mengatakan bahwa kunci utama dalam mengajak gotong rotong dan kontribusi adalah sapaan. Dan terbukti, geliat menyapa yang dilakukan oleh para OMK mampu sukses dengan terlaksananya Kirab Salib dengan meriah.

Kemeriahan Kirab Salib AYD tak hanya dirasakan oleh kaum muda. Stefanus Sutrisno sebagai umat yang hadir dalam pembukaan Kirab Salib AYD bersama dengan keluarganya menyatakan bahwa terlibat dalam kegiatan ini sebagai kebutuhan, mempersembahkan hidup untuk salib Kristus. Sutrisno turut berharap agar momen AYD membuat OMK makin semangat mewujudkan pengorbanan Kristus di tengah masyarakat.

Rencananya, rangkaian Kirab Salib di Paroki Nanggulan diisi dengan berbagai kegiatan hingga Kamis depan (2/2). Kegiatan tersebut meliputi pentas seni, kerja bakti membersihkan gereja hingga adorasi. Adapun tema multikultural sebagai tema besar AYD yang mereka satukan bersama masyarakat lintas agama, melalui visualisasi video yang diharmonikan dengan recycle lagu AYD. Dalam video itu, perbedaan latar belakang agama dan kultur menyatukan masyarakat hingga hidup rukun bagi sesama. Lagu semakin harmonis dengan aransemen musik khas Nanggulan dan modern. Diharapkan, harmoni semacam ini terjadi di berbagai belahan dunia.

Penulis: Tim Publikasi Asian Youth Day