Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

https://asianyouthday.org/blog/gugur-gunung-paroki-st-yusup-bandung-sambut-salib-ayd/

Gugur Gunung Paroki St. Yusup Bandung Sambut Salib AYD

3

Paroki Santo Yusup Bandung merupakan paroki ketiga dalam kevikepan DIY yang menerima salib Asian Youth Day. Kedatangan salib AYD yang dijadwalkan pada Sabtu malam, 10 Desember 2016 sangat dinantikan oleh umat yang ada di Paroki Santo Yusup Bandung. Tak hanya kaum muda tetapi anak-anak, orang dewasa, bahkan umat lanjut usia tampak memenuhi gereja. Konsep yang diangkat dalam penyambutan salib AYD adalah budaya kedaerahan, terkhusus budaya Jawa dari daerah Yogyakarta. Hal ini tampak bisa dilihat dari dekorasi apik bernuansa tradisional Jawa, dengan janur pralambang sukacita di pintu utama gereja, kain – kain batik menghiasi dalam gereja, bahkan petugas misa mengenakan seragam berupa pakaian tradisional (surjan untuk lelaki dan jarik untuk perempuan).

Sebelum misa dimulai, serah terima salib dilaksanakan meriah dengan lenggak-lenggok tarian Gugur Gunung dari paroki Wonosari. Gugur gunung mengandung arti gotong royong, sebuah tradisi yang sangat baik, yang sangat disayangkan mulai terkikis seiring perkembangan zaman. OMK St. Yusup Bandung ingin menghadirkan kembali jiwa dan roh gotong royong, di mana semua umat, tak memandang usia, jenis kelamin ataupun status sosial, kepentingan bersama didahulukan daripada kepentingan pribadi bersama menyiapkan serah terima ini. Salib diterima langsung oleh Romo Andreas Novian Ardi Prihatmoko, Pr dan misa pun dimulai. Lantunan lagu-lagu misa telah disesuaikan dengan suasana adat jawa, tampak dari iringan gamelan dalam tiap lagu yang dinyanyikan.

Setelah misa selesai, acara dilanjut dengan ramah tamah yang ceria dengan lantunan dangdut yang dibawakan oleh teman-teman OMK St. Yusup. Hari Senin salib akan diarak ke Kapel Stasi Bogor, dilanjutkan pada esok hari ke Kapel Stasi Beji, kemudian Kapel Stasi Ngijo, lalu Kapel Stasi Panggang dan setelah itu salib akan dihantar ke Ganjuran pada Sabtu 17 Desember 2016.

Penulis: Daniel Dwiky