Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

https://asianyouthday.org/blog/ikrar-iyd-manado-2016-omk-dipanggil-untuk-kritis-dan-proaktif/

Ikrar IYD Manado 2016 : OMK dipanggil untuk Kritis dan Proaktif

Pembacaan Ikrar Indonesia Youth Day Manado oleh perwakilan OMK yang hadir di malam penutupan IYD (6/10) / @Theo.K.A

Pembacaan Ikrar Indonesia Youth Day Manado oleh perwakilan OMK yang hadir di malam penutupan IYD (6/10) / @Theo.K.A

Indonesian Youth Day Manado telah selesai dilaksanakan dengan sukses. Sebanyak 2.458 Orang Muda Katolik perwakilan 37 Keuskupan Se Indonesia didampingi 149 imam, 4 biarawan dan 24 biarawati, para pendamping awam serta 23 uskup, telah menjalani Indonesian Youth Day 2016. Sebagai salah satu tanda berakhirnya IYD Manado, para peserta merumuskan sebuah Ikrar indonesia Youth Day Manado 2016.

“Kami menolak tindakan kekerasan, intoleransi, perdagangan manusia, pelecehan seksual dan penyalahgunaan narkoba yang menghancurkan generasi muda” ucap salah satu perwakilan OMK yang membacakan ikrar tersebut dihadapan peserta IYD Manado.

Terdapat 9 point yang terumuskan dalam ikrar tersebut. Selain menyoroti masalah sosial yang akhir-akhir ini muncul di masyarakat, OMK Indonesia juga dipanggil untuk secara kritis dan proaktif untuk semakin peduli terhadap martabat manusia, pelestarian lingkungan hidup, peningkatan kesejahteraan, keberpihakan terhadap kaum kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel.

Proses terbentuknya ikrar tersebut berasal dari usulan seluruh peserta IYD Manado yang dirangkum oleh perwakilan OMK dari masing masing Keuskupan. Mereka berkumpul dan merumuskan apa yang akan menjadi gerak bersama OMK Indonesia setelah acara ini.

Ikrar tersebut menjadi salah satu penanda berakhirnya Indonesian Youth Day Manado selain Pagelaran Budaya yang menampilkan penampilan dari perwakilan masing masing regio Keuskupan di Indonesia.

Point terakhir yang tertuang adalah OMK terpanggil untuk kembali ke tempat kami masing-masing dengan semangat yang sudah diperbarui untuk memaknai kehadiran dan perutusan kami sebagai Orang Muda Katolik di tengah-tengah Gereja dan Bangsa Indonesia.

Pekikan terakhir dari mereka adalah 100% Katolik 100% Indonesia.

T.k.a