Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

https://asianyouthday.org/blog/joyful-gathering-meraba-dan-menentukan-pilihan-hidup/

Joyful Gathering: Meraba dan Menentukan Pilihan Hidup

Yogyakarta – Sayup-sayup terdengar gemericik air, lengkap dengan canda-tawa para peserta retret panggilan yang diadakan oleh para iman dan suster di Keuskupan Agung Semarang. Retret panggilan bertemakan Joyful Gathering “Let’s Get a LIFE! (Living in Faith Everyday)” ini berlangsung semarak mulai dari Jumat, 20 Januari hingga Minggu, 22 Januari 2017 di RCPB Syantikara, Yogyakarta.

Doc. Panitia

Lewat acara ini, tim panitia, ingin membantu anak muda untuk menemukan panggilan hidupnya. Membantu anak muda untuk menentukan keputusan iman berdasarkan atas kesadaran yang dbuat bersama dengan Tuhan. Dan, oleh karena diisi oleh anak-anak muda yang semangat dan joyful, suasanan retret ini pun terasa berbeda, karena aura gembira begitu kentara di raut muka para peserta.

“Dalam Evangelii Gaudium, Paus Fransiskus selalu menekankan kata ‘joyful’, sukacita yang lahir dari perjumpaan pribadi dengan Yesus,” tutur Frater Angga Indraswara, SJ., salah seorang panitia dalam kegiatan ini. Frater Angga juga menambahkan bahwa proses yang penuh sukacita itu ingin dijadikannya sebagai titik awal untuk meraba dan menentukan pilihan hidup.

“Luar biasa! Acara mampu dikemas dengan bagus. Anak muda pun tampak antusias. Ketika sharing, mereka juga terbuka bahkan hingga titik paling menyakitkan juga diceritakan,” ungkap Suster Virginia, OSF sambil tersenyum saat menyaksikkan sebanyak 40 orang yang terdiri dari anak-anak muda dari 11 kongregasi yang berbeda.

Doc. Panitia

Doc. Panitia

Doc. Panitia

Doc. Panitia

Doc. Panitia

Antusiasme para peserta memudahkan mereka untuk saling mengakrabkan diri satu dengan lain juga dengan para fasilitator. Sehingga tak heran jika cara berkomunikasi antara mereka pun bak teman dekat. Suasana yang menyenangkan memacu para peserta pula untuk terbuka, aktif, bersikap apa adanya, dan tanpa polesan.

Para peserta saling belajar dari pengalaman satu orang dengan lainnya seperti yang dialami Oshin, mahasiswi Universitas Respati Yogyakarta. Oshin mengatakan bahwa cara pandang terhadap diri sendiri pun mulai berubah. Banyak hal negatif yang akhirnya diakui. Banyak talenta dan kesempatan yang belum dimanfaatkan. Daripada talenta diambil kembali oleh Tuhan, jadi mulai sekarang wajib untuk mengembangkan apa yang telah diberikan-Nya.

Lewat acara Joyful Gathering ini harapannya, keputusan di masa depan tak hanya berguna bagi diri sendiri, tetapi juga orang lain. Bukan semata-mata berorientasi pada uang, tetapi lebih pada kebahagiaan membantu orang lain. Sebab kegembiraan menjadi kekuatan hidup bagi seseorang.

Doc. Panitia

Tim Penulis : Yosepha D & Ewaldus Ambrosius