Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

https://asianyouthday.org/blog/kaum-muda-dan-gereja-hadir-untuk-masyarakat/

Kaum Muda dan Gereja Hadir untuk Masyarakat

Paroki Santa Maria Assumpta Babarsari terletak strategis di wilayah kampus-kampus ternama di Yogyakarta. Posisi strategis ini kemudian menambah jumlah umat dan keberagaman umat di paroki. Umat Katolik yang beribadah di Gereja Santa Maria Assumpta Babarsari tak hanya berasal dari daerah Jogja saja, melainkan dari berbagai suku, yang merupakan pendatang dan tinggal di wilayah tersebut.

Representasi keberagaman suku di Paroki Babarsari

Gereja pun memberikan wadah bagi para mahasiswa Katolik di sekitar wilayah paroki berupa komunitas-komunitas. Paroki Babarsari sangat terbuka kepada para mahasiswa yang ingin berkontribusi dalam komunitas lingkup Gereja. Komunitas tersebut antara lain OMK, lektor, pemazmur, Koor Gaudete, dan komunitas multimedia (KOMPARI).

Momen Asian Youth Day menjadi hajatan besar bagi seluruh komunitas yang ada di Paroki Babarsari. Pada tanggal 5 Mei 2017, gereja Maria Assumpta Babarsari, menjadi tempat persinggahan estafet salib Asian Youth Day. Banyak hal yang dipersiapkan dalam menyambut estafet salib ini dengan tujuan utama adalah menyatukan seluruh lapisan umat di Paroki Babarsari. Rangkaian acara seperti pertandingan lomba volley, sarasehan, pentas seni, doa taize, workshop fotografi, penukaran arem-arem dengan rokok dan bakti sosial dilakukan untuk mempererat persatuan umat Gereja.

Untuk memperdalam makna Asian Youth Day dalam diri OMK secara keseluruhan, kami membuat sarasehan. Dalam sarasehan tersebut, kami mengundang GAMStA selaku OMK dari Jakarta yang pernah datang dalam Asian Youth Day ke enam di Korea Selatan dan juga kami mengundang Agustinus Baskoro Jati atau yang biasa disebut mas Koko yang merupakan perwakilan dari OMK Paroki Babarsari dalam World Youth Day di Brazil. Dalam sharing pengalaman tersebut kami mendapat banyak hal yang dalam mendalami bagaimana menjadi orang muda yang berkarya dalam lingkup gereja dan masyarakat.

Kegiatan liturgis tetap menjadi hal utama yang diupayakan dalam rangkaian estafet kirab salib di Paroki Babarsari. Misa Kudus diselenggarakan dalam bentuk Ekaristi Kaum Muda dan diadakan doa taize. Segala kegiatan liturgis ini bertujuan agar umat dapat melakukan refleksi atas hidup yang telah dijalani. Refleksi ini dibutuhkan dalam membawa kita kepada permenungan bahwa segala aktifitas yang kita lakukan selalu bersumber dari Tuhan dan patut disyukuri dalam hidup.

Tak lupa kami turut menyelipkan kegiatan khas minat anak muda berupa workshop fotografi. Bidang ini adalah bidang yang tengah diminati banyak kaum muda dan dapat menjadi bekal kemampuan dalam dunia kerja. Workshop ini diselenggarakan dari kolaborasi antara OMK Paroki dan KOMPARI.

Sejalan dengan pre-event yang dicanangkan oleh Asian Youth Day, kaum muda di Paroki Babarsari turut mengimplementasikan Act to Love dan Act to Care. Kegiatan tersebut antara lain bakti sosial di Panti Sosial Tresna Werdha dan salah satu yang unik yaitu penukaran rokok dengan arem-arem. Aksi mengajak masyarakat untuk menukarkan rokok dengan arem-arem adalah bentuk keprihatinan kami akan bahaya rokok dan mengajak orang-orang untuk melestarikan makanan tradisional berupa arem-arem.

Kegiatan kunjungan ke panti wredha

Dalam rangkaian acara tersebut, kami ingin mempererat hubungan antar orang muda Katolik dan memberikan warna baru bagi Gereja agar tidak semakin ditinggalkan dan dapat menjadi wadah pengembangan bakat bagi teman-teman muda. Kami juga menginginkan kaum muda untuk semakin menyadari bahwa perannya dibutuhkan dalam evangelisasi modern yang bukan dalam bentuk militan dan difensif melainkan mewartakan kasih bagi sesama dan masyarakat. (Sham/Nita)