Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

https://asianyouthday.org/blog/omk-menimba-pelajaran-hidup-dari-lansia/

OMK Menimba Pelajaran Hidup dari Lansia

Momentum kehadiran Salib AYD di berbagai paroki di Kevikepan Yogyakarta tidak dilewatkan begitu saja. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh para OMK untuk menginisiasi berbagai kegiatan positif yang memberdayakan Gereja sekaligus masyarakat seperti penyambutan Salib AYD, berdoa di depan Salib AYD, bakti sosial, seperti yang dilakukan OMK Paroki Pelem Dukuh.

doc. panitia

Salah satu kegiatan yang berbeda dari Paroki lainnya, OMK Pelem Dukuh membuat kegiatan berupa kunjungan kepada orang sakit dan kaum lansia. Menurut Fibri selaku ketua panitia kirab Salib Paroki Pelem Dukuh, kegiatan tersebut bermula dari keprihatinan para OMK bahwa ada beberapa orang di sekitar Gereja Pelem Dukuh yang sangat jarang tersapa entah karena tinggal sendirian atau memang dalam keadaan sakit sehingga sulit berinteraksi dengan yang lain.

Berawal dari keprihatinan itulah maka OMK Pelem Dukuh tergugah untuk membuat sebuah kegiatan yang bertujuan menyapa orang sakit dan lansia dalam bentuk kunjungan keluarga. Selain bentuk sapaan, kegiatan ini dihadirkan sebagai bukti bahwa kaum muda dapat membuat aksi nyata, mewujudkan kepedulian terhadap sesama. “Kedatangan Salib AYD adalah rahmat, maka rahmat itu juga harus kita bagikan pula kepada orang lain melalui kegiatan kunjungan keluarga,” ungkap Nita salah satu OMK Paroki Pelem Dukuh.

Total ada sebanyak 22 Kepala Keluarga (KK) yang dikunjungi baik Katolik maupun non Katolik. Mereka berbagi kasih, tanpa pilih kasihMayoritas keluarga yang dikunjungi adalah keluarga yang telah berumur. Keluarga yang dikunjungi ada yang terdiri dari suami-istri, tinggal sendiri, hingga ada juga keluarga yang sakit sampai kesulitan untuk turun dari tempat tidur.

OMK membagi diri menjadi 7 kelompok saat berkunjung, mengingat banyak keluarga yang harus dikunjungi dan medan jalan yang cukup sulit seperti jarak yang jauh dan kebanyakan lokasi tidak bisa langsung dicapai dengan menggunakan kendaraan bermotor. Keluarga yang dikunjungi terbagi dalam 9 wilayah sekitar gereja. Setiap kelompok mendapat bagian mengunjungi 4-5 keluarga.

“Memang ada beberapa bingkisan yang telah kami siapkan untuk keluarga tetapi ini bukan menjadi tujuan kami yang utama. Acara pokoknya adalah kami datang, berbincang-bincang, bercanda bersama dan kami berdoa bersama untuk keluarga yang kami kunjungi,” tutur Mega Saputra salah satu OMK yang mengikuti kegiatan kunjungan.

Berkah OMK

Beberapa OMK Paroki Pelem Dukuh bercerita bahwa kegiatan ini bukan saja memberikan berkah kepada keluarga yang dikunjungi, namun setiap pribadi OMK turut mendapatkan berkah dan pengalaman hidup yang luar biasa dari apa yang telah dilakukan.

Seperti yang diceritakan oleh Nita yang pada waktu itu turut berkunjung ke beberapa keluarga. Ia bercerita bahwa dalam kegiatan tersebut ada 2 lingkungan yang ia kunjungi. Di dalam lingkungan tersebut terdapat tujuh orang lansia dan satu orang gangguan jiwa.

doc. panitia

Ada hal yang berkesan bagi Nita ketika mengunjungi salah seorang nenek. Ketika akan berdoa bersama, nenek tersebut berinisiatif untuk memimpin doa. “Beliau sangat bersemangat memimpin doa pada waktu itu. Beliau bersyukur karena kehadiran kami secara bersama sama untuk beliau,” kesan Nita. Padahal di keluarga sebelumnya OMK lah yang memimpin untuk berdoa tetapi berbeda dengan keluarga nenek yang satu ini.

Selain itu menurut Nita ada hal yang luar biasa dari nenek tersebut. Dalam kehidupan sehari hari, walau sudah berumur, nenek tersebut turut menampung dan merawat tetangganya yang juga sudah berusia lanjut di rumahnya. Semangatnya sungguh luar biasa.

Fibri, selaku ketua Kirab Salib OMK Pelem Dukuh juga memiliki kesan tersendiri ketika mengikuti kegiatan kunjungan. Ia menceritakan tentang bagaimana perjuangan OMK Pelem Dukuh menuju keluarga yang akan dikunjungi.

Wilayah Pelem Dukuh yang mayoritas adalah perbukitan membawa tantangan tersendiri bagi perjalanan para OMK mencapai keluarga yang akan dikunjungi. Meski jalan aspal sudah dibuat namun medan jalan yang naik turun agaknya sedikit menyulitkan perjalanan, apalagi ketika datang rombongan dan tidak semua ahli mengendarai di jalanan terjal.

doc. panitia

Karena beberapa rumah keluarga tidak ada jalan untuk motor maka para OMK memutuskan untuk berjalan kaki. Keadaan jalan yang terjal membuat OMK harus mengeluarkan ekstra tenaga menuju tempat tujuan. Belum lagi cuaca yang sering hujan semakin menjadi tantangan bagi OMK Paroki Pelem Dukuh untuk mencapai tempat tujuan.

“Tetapi segala kesulitan itu terbayar ketika kami sudah bertemu dengan mereka. Walau dengan keterbatasan yang ada mereka merasa gembira, senang dan bersyukur dengan keadaan mereka. Hal itu terlihat ketika kami datang dan berdoa bersama mereka,” kesan Fibri.

Fibri menambahkan, melalui kunjungan tersebut OMK yang dulunya selalu mengeluhkan merasa kurang menjadi bisa lebih bersyukur dengan apa yang dimiliki saat ini terutama atas karunia kesehatan dan kehadiran orang-orang yang selalu mendampingi. Rasa bahagia yang muncul setelah doa bersama dan saling menguatkan turut menjadi pengingat bahwa doa adalah sumber kekuatan hidup.

Tim Publikasi AYD