Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

https://asianyouthday.org/blog/salib-ayd-makin-merekatkan-jaring-persaudaraan-omk-paroki-gamping/

Salib AYD Makin Merekatkan Jaring Persaudaraan OMK Paroki Gamping

Salib AYD telah diarak dari Gereja St. Yakobus Klodran Bantul menuju Gereja St. Maria Assumpta Gamping Jumat (6/1) lalu. Acara penyambutan dilakukan dengan ibadat bersama OMK kedua paroki dan umat serta dilanjutkan ramah tamah. Selain OMK, penyambutan ini turut melibatkan  para dewan paroki dan pihak kepolisian demi terjaminnya kelancaran acara.

Rasa was-was sempat menyelimuti para OMK dan umat Paroki Gamping. Pasalnya lokasi Paroki Gamping berisi masyarakat yang kurang heterogen latar belakang kepercayaannya.  Aloisius Hikmawan H, selaku ketua OMK Gamping menyampaikan bahwa ia sempat was-was apabila kegiatan ini menimbulkan kesalahpahaman bagi masyarakat di sekitar Paroki Gamping yang menganut kepercayaan lain. Namun syukurlah, para OMK yang sebelumnya belum terlalu menjalin keakraban bisa berpartisipasi, bergerak bersama, dan bersukacita dalam acara Kirab Salib.

Menurut Romo Martinus Joko Lelono, selaku Romo Mahasiswa, Kirab Salib AYD adalah acara untuk umat khususnya kaum muda dan Gereja. OMK diharapkan untuk menyatu dengan masyarakat dan komunitas di sekitar. “OMK hendaknya membangun jaring-jaring persaudaraan dengan OMK lainnya, komunitas dan bahkan saudara-saudara yang berbeda keyakinan dengan kita,” pesan Romo Joko.

Beliau turut menyampaikan harapannya untuk acara puncak AYD agar selalu berjalan lancar. “Dan yang lebih penting adalah mempersatukan kita. Tidak hanya fokus pada liturgi tetapi juga mau melibatkan dan terlibat dalam masyarakat,” tambah Romo Joko.

Romo Martinus Joko Lelono tak lupa mengingatkan mengenai kekhawatiran yang dialami Gereja saat ini. Kekhawatiran Gereja ialah mengenai keterlibatan yang hanya berhenti pada liturgi saja. Hal ini harus dijadikan perhatian karena saat terfokus pada liturgi semata maka kecenderungan untuk melibatkan diri dan ikut terlibat dalam masyarakat hanya sedikit. Diperlukan keterbukaan pada dunia, bukan melulu soal keagamaan namun juga terkait kemanusiaan, berusaha untuk bersukacita bersama, berbahagia mengikuti Kristus. Semangat multikultur yang menjadi tema besar AYD juga harus dijadikan pedoman. Kegiatan AYD menjadi salah satu jalan agar tidak terpenjara oleh liturgi. Orang muda harus seimbang antara berkarya di altar dan berkarya di masyarakat.

 

Penulis: Ivan

Reporter : Angela, Sham