Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

https://asianyouthday.org/blog/upacara-wiwitan-dalam-rangka-hari-pangan-sedunia/

Upacara Wiwitan dalam Rangka Hari Pangan Sedunia

16 Oktober 2016 diperingati sebagai Hari Pangan Sedunia dan seperti pada tahun-tahun sebelumnya Gereja Katolik Hati Kudus Tuhan Yesus kembali mengadakan serangkaian acara untuk memperingatinya. Akan tetapi, pada tahun ini tidaklah semeriah atau semegah tahun sebelumnya, tahun ini peringatan Hari Pangan Sedunia lebih menyoroti akan makna kedaulatan pangan. Hal tersebut nampak dalam rangkaian acara yang diadakan oleh panitia antara lain: festival memedi sawah, penyeberan benih ikan di Sungai Elo, dan pada puncaknya adalah pemberkatan benih, upacara wiwitan, dan ditutup dengan lomba memasak.

Upacara wiwitan, sebagai puncak acara, diadakan sekitar pukul sembilan pagi, tepatnya setelah perayaan Ekaristi hari Minggu pagi yang diujubkan khusus dalam rangka HPS selesai. Upacara Wiwitan di pimpin oleh Romo G. Utomo, Pr. Dimulai dari doa kepada bakal benih padi yang nantinya akan diolah oleh petani untuk menjadi benih, kemudian alat-alat bercocok tanam seperti pacul, ani-ani, dan lain-lain.

Setelah doa, kesemuanya diperciki dengan air suci dan didupai oleh Romo Utomo. Tak lupa juga adanya beberapa sesaji sebagai pralambang rasa syukur dari para petani; berupa nasi tumpeng, nasi ingkung, dan beberapa ubi-ubian yang telah dimasak. Kesemuanya didoakan dan diberkati. Upacara wiwitan diakhiri dengan adanya ‘rayahan’ yakni umat saling berebut mengambil segala sesuatu yang telah diberkati tadi dengan harapan mereka juga mendapat berkah untuk semakin berbuah lebih banyak di masa mendatang.

“Pada kesempatan ini, kami panitia dan pihak Gereja Ganjuran memilih mengangkat Upacara Wiwitan untuk dimasukkan dalam rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia. Hal ini dikarenakan agar tumbuhnya kesadaran pada diri petani dalam mengusahakan benihnya sendiri. Ini bukan persoalan mengenai ketahanan pangan, namun mengenai kedaulatan pangan.

“Pengadaan benih oleh petani sendiri merupakan salah satu bentuk kedaulatan pangan itu. Hal ini sebetulnya sudah lama dilakukan oleh petani-petani kita, yakni dengan menyisihkan hasil panen untuk diolah menjadi benih yang akan ditaburkan kembali”, kata Romo Herman, Pr. selaku Romo Paroki Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran ketika ditemui disela-sela bersantap siang bersama perwakilan camat dan dinas setempat dalam puncak peringatan Hari Pangan Sedunia siang itu. (radian91)

Romo G. Utomo Pr, didampingi Romo Herman, Pr, saat upacara pemberkatan benih dan peralatan pertanian dalam Upacara Wiwitan

Romo G. Utomo Pr, didampingi Romo Herman, Pr, saat upacara pemberkatan benih dan peralatan pertanian dalam Upacara Wiwitan

 

Umat melakukan acara 'rayahan' setelah makanan diberkati.

Umat melakukan acara ‘rayahan’ setelah makanan diberkati.

Salah satu spot dalam Festival Memedi Sawah di seputaran Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran.

Salah satu spot dalam Festival Memedi Sawah di seputaran Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran.