Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

Keuskupan Agung Jakarta

Info Budaya dan Multikultur

betawi-cultur-heritage

Kebudayaan yang ada di Jakarta merupakan percampuran budaya dari berbagai budaya di nusantara dan juga etnis dari berbagai negara seperti Belanda, Tionghoa, Arab, dan India.

Penduduk asli Jakarta adalah orang Betawi, masyarakat Betawi menerima dan memahami baik budaya yang berbeda-beda dalam kesehariannya, sampai seni, musik dan tradisi. Bahasa Betawi tampak seperti campuran dari bahasa Malay asli dengan pemakaian beberapa kata-kata dari bahasa Sunda, bercampur lagi dengan kata-kata dari bahasa Jawa, Mandarin, India, Arab bahkan juga dari bahasa Belanda. Busana pengantin perempuan Betawi mengadopsi tradisi dari Cina, yaitu busana berhias bordir  berwarna merah dilengkapi dengan semacam kerudung dengan rumbai-rumbai warna keemasan.

Masyarakat Betawi juga menyerap jenis musik dari berbagai ras, seperti Kolonial Portugis, Belanda, Arab dan pedagang India, termasuk juga dari lingkungan terdekatnya yaitu Jawa barat dan Jawa Tengah, yang kesemuanya memperkayanya. Instrumen musik yang digunakan adalah trompet dan drum, sementara mereka juga mengadopsi trombone dan gitar dari Eropa dan instrumen Tionghoa lainnya.

Pengaruh yang kuat dari Portugis menjadikan musik bergenre keroncong menjadi musik masyarakat Jakarta. Seiring berjalannya waktu, terciptalah Tanjidor, Awalnya tanjidor dimainkan para budak dalam masa penjajahan untuk acara majikannya. Ketika perbudakan dihapuskan pada abad 19, kelompok pemusik meneruskannya dengan ‘ngamen’ sebagai mata pencaharian mereka. Tradisi ngamen ini terus berlanjut sampai sekarang.

Seni pertunjukkan yang menjadi andalan masyarakat Betawi adalah ondel-ondel. Ondel-ondel merupakan boneka raksasa yang tak terpisahkan dari budaya Betawi dan telah menjadi ikon kota Jakarta.  Ondel-ondel biasanya terdiri dari 2 boneka, yang pria memakai topeng merah dan berkumis dilengkapi dengan kostum berwarna gelap. Sedangkan perempuannya bertopeng putih dengan bibir bersaput lipstik merah. Sang perempuan mengenakan kostum berwarna cerah. Keduanya mengenakan hiasan kepala bergaya Malay, kembang kelapa.

Ondel-ondel biasa tampil ’memimpin’ barisan dalam acara perkawinan ataupun sunatan, diikuti oleh pasangan pengantin atau anak yang disunat diikuti oleh keluarga masing-masing, berjalan berarak-arakan keliling kampung dimeriahkan oleh Tanjidor atau music Gambang Kromong.

Info Liburan

jakarta4

Jakarta identik dengan gaya hidup metropolitan tapi sebenarnya kawan muda tetap dapat berlibur di sini dengan dana yang relatif kecil. Berwisata di Jakarta bisa menggunakan angkutan umum yang telah disediakan oleh pemerintah. Untuk yang baru pertama kali ke Jakarta disarankan mengunakan Bus Transjakarta. Bus ini terhubung dengan banyak objek wisata menarik di Jakarta. Tarif untuk sekali naik adalah sebesar Rp3.500,-.

Alternatif lain untuk berwisata secara gratis dengan mengunakan bus wisata yang telah disediakan Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Bus yang dimaksud di sini adalah City Tour Jakarta.  Bus wisata ini memfasilitasi kawan muda yang ingin mengunjungi objek wisata yang berada di Jakarta Pusat, seperti Museum Nasional, Monumen Nasional (Monas), Istana Negara, dan masih banyak lagi tempat wisata yang bisa dikunjungi.

1 2