Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

Pre-Event VII – Good News

Ilustrasi Video

Sekelompok anak muda sedang melakukan perjalanan. Saat berjumpa berjumpa dengan sepasang kakek nenek yang sedang berjalan sambil menuntun sepeda penuh muatan, mereka berhenti. Dengan segera dan cekatan, anak-anak muda ini menghentikan mobilnya dan turun untuk membantu kakek nenek tersebut. Diangkatnya sepeda dan barang bawaannya, juga kakek nenek itu diajak naik mobil mereka, untuk membantu perjalanannya. Perjalanan dilanjutkan dengan penuh sukacita. Anak-anak muda ini menjadikan diri mereka sebagai kabar sukacita bagi sesama.

Pengantar

aku adalah kabar gembira

Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.” Luk 8:15

Penggalan kutipan di atas adalah bagian dari perumpaan Yesus tentang seorang penabur (Lukas8: 4-15). perumpamaan ini dimaksud menjelaskan bahwa sabda Tuhan datang kepada siapa saja. Tetapi belum tentu pada semua orang sabda itu akan tumbuh dan membawa hasil berlimpah. Benih sabda yang tertabur di pinggir jalan tak sempat tumbuh karena dimakan burung. Ada yang sempat tumbuh tapi tidak berakar seperti yang jatuh ke tanah berbatu-batu atau segera mati terhimpit semak duri. Hanya yang jatuh ke tanah subur bisa bertumbuh dan berbuah berlipat ganda. Yang menjadi persoalan bukanlah si penabur entah itu dengan “P”  maupun “p”,  Yang menjadi persoalan ini adalah tanah. Tanah seperti apa yang memungkinkan bagi perkembangan benih itu? Tentu saja tanah yang baik. Benih yang ditabur di situ nanti akan tumbuh baik, tentunya setelah tanah digemburkan. Bagaimanapun juga perlu penggarapan agar benih bertumbuh baik dan berbuah melimpah.

Hidup yang berbuah, menjadi kabar gembira

Sejenak mengingat  Yesaya 55:10-11. Dalam perikop tersebut  Sabda Ilahi digambarkan sebagai air yang turun dari langit tidak kembali ke atas, melainkan mengairi bumi, menyuburkannya, menumbuhkan tetumbuhan sampai memberi benih kepada penabur dan akhirnya bahan makanan (ay. 10). Sabda membawakan kehidupan, tidak tinggal sebagai perkataan suci belaka, mengubah hidup kita, menjadi kabar gembira bagi kita semua. Maka untuk menjadi kabar gembira, melalui penggalan perikop tentang penabur, orang muda diajak untuk:

  • Orang muda Katolik agar menjadi tanah yang subur yang memungkinkan benih tumbuh dan berbuah berlipat ganda. Juga diajarkan bagaimana menjaga agar sabda yang telah ditaburkan tidak hilang atau terhimpit.
  • Bila disadari bahwa benih sabda terancam si jahat,maka orang perlu berjaga-jaga agar benih itu tidak gampang terampas. Secara tak langsung diajarkan agar orang muda Katolik berani mengusahakan agar semakin banyak benih menemukan tanah yang baik dan tidak membiarkannya tinggal di tanah kersang atau lahan yang beronak duri dan berkeras kepala mengharapkan tanah seperti itu akan bisa membaiki, janganlah menjadi penghalang benih itu tumbuh.
  • Tanah kersang dijelaskan sebagai penganiayaan dan intimidasi yang sering dialami kaum beriman. Apa yang bisa diperbuat?. Bisa jadi sikap paling bijaksana ialah secara proaktif mencegah terjadinya keadaan itu. Maksudnya adalah orang muda katolik ditantang untuk ikut terlibat aktif membangun hidup bersama yang saling mengasihi dan menghormati, bukan saling menyingkirkan.

Tiga poin itulah yangdimaksudkan dengan tanah yang baik. Tidak mudah mengusahakannya memang karena Yesus  mengandaikan kita, sebagai orang muda mampu menyimpan benih itu dalam suasana hati yang baik dan dalam ketekunan yang berarti kita diharapkan mau berproses, sadar dan tekun untuk mengolah diri, tidak ada hasil instan.

Mensyukuri dan menghayati diri sebagai kabar gembira

Dalam video pengantar Pre Event  7 kita melihat beberapa orang muda seperti kita sedang bergembira menikmati perjalanannya di atas sebuah mobil bak terbuka. Ketika ada orang tua yang membutuhkan bantuan, mereka mengajak orang tua tersebut ikut serta bersama mereka. Kegembiraan mereka tidak hilang, tidak berubah bahkan menjadi semarak. Perjumpaan dan percakapan dengan “orang asing” yang mereka jumpai justru memperkaya kegembiraan yang mereka miliki.

Dari film pendek tersebut kita melihat, kita, kaum muda itu sendiri adalah kabar gembira.  Dan kabar gembira itu sendiri tidak akan mudah hilang, luntur begitu saja karena kita memiliki pengalaman perjumpaan dan percakapan dengan Allah lewat pengalaman keseharian kita. Pengalamanini akan terus berkembang karena  hidup itu adalah sebuah proses. Kondisi atau keadaan yang kita alami saat adalah bagian dari proses kita “menjadi” (becoming) dan proses becoming ini akan terjadi terus –menerus dan, titik yang kita capai sebagai orang muda saat ini adalah awal dari sebuah kelanjutan kisah hidup kita selanjutnya. Maka sebagai orang muda sudah selayaknyalah kita mensyukuri dan menyadari diri bahwa “aku adalah kabar gembira”

Tokoh Inspiratif: St. Yosef dan Alat Tukang

Simbol Santo Joseph sering dikaitkan dengan alat pertukangan yakni gergaji, tatah, palu, dan penggaris kayu. Ini semua memang terkait dengan pekerjaan Santo Yosef sebagai tukang kayu. Namun makna lain dari alat tukang itu adalah  menunjukkan Santo Yosef yang unggul dalam tindakannya. Tak pernah dalam kitab suci yang menunjukkan Santo Yosef sedang bercakap. Dia sosok tokoh yang diam. Namun dalam kediamannya dia mendengarkan dan melakukan, bukan hanya suara dirinya sendiri melainkan suara yang berasal dari luar dirinya. Dengan mendengarkan danmelakukan ini, maka “terjadilah” rencana keselamatan yang dirancang oleh Allah untuk umat manusia. Artinya, ada kaitan mendengarkan, melakukan dengan mendatangkan keselamatan.

Dari uraian singkat di atas, Santo Yosef menjadi kabar gembira bukan dengan banyak bicara melainkan dengan tindakannya yang mampu mendengarkan suara Tuhan.

Aktivitas Pre-Event VII

Proses menjadi pribadi yang matang tengah dilalui oleh kaum muda. Pengalaman demi pengalaman dilalui demi berkembang menjadi “orang” atau pribadi seutuhnya. Jadi tidak ada salahnya untuk mencoba. Gagal adalah keniscayaan dari proses mencoba, berhasil adalah buah giatnya mencoba. Dengan mencoba kita bisa mendapat perjumpaan dengan orang lain yang memperkaya kita.

Kaum muda adalah kabar gembira, segala proses dan keberanian untuk menempa pada akhirnya akan membuahkan kabar gembira bagi dunia. Kita mendapat kelimpahan energi dan tenaga di masa kita menjadi kaum muda. Jika kita sudah menemukan apa yang kita suka, biasanya akan melakukannya dengan penuh gairah dan semangat. Tidak sedikit pula kaum muda yang bisa membawa berkah bagi orang lain karena ia melakukan hal yang disukai dengan penuh gairah dan keseriusan.

Misalnya saja teman-teman yang punya kesenangan jalan-jalan dan fotografi. Mereka pasti sangat bergairah untuk bereksplorasi ke tempat-tempat baru, atau ke destinasi yang berpotensi menjadi wisata namun belum terjamah. Hasil eksplorasi didokumentasikan, diunggah ke media sosial dan membuat orang-orang menjadi mengenal tempat tersebut. Jika dibarengi dengan keseriusan dan konsistensi apa yang dilakukan ini bisa sangat berguna bagi banyak pihak misalnya memberdayakan ekonomi orang-orang di sekitar tempat tersebut.

Bermula dari hobi, bukan kita saja yang diuntungkan karena mendapat kesenangan dari kegiatan tersebut melainkan turut membawa kegembiraan bagi orang lain. Apalagi jika dibarengi dengan konsistensi, bisa menjadi berkah dan inspirasi.

Yuk coba teman-teman memilih satu atau beberapa hobi untuk dilakukan secara konsisten dalam waktu 30 hari. Misalnya hobi menulis, menggambar, mengoleksi barang unik atau mungkin hobi anti mainstream yang jarang orang lakukan. Jadikan hobi tersebut bernilai lebih dengan menyadari bahwa menekuni hal tersebut adalah prosesmu menjadi pribadi seutuhnya dan membantumu menemukan identitas. Foto atau tulislah kegiatanmu itu dan unggah ke media sosial dengan menyematkan tagar #30DaysofHappiness. Tunjukkan komitmen dan gairahmu dalam melakukan aktivitas tersebut, tunjukkan bahwa kaum muda adalah kebar gembira!

Sebagai catatan, kegiatan untuk pre-event ke-7 ini juga kita lakukan dalam pre-event ke-8.
sexNewspapertimes Theme