Asian Youth Day 2017

Joyful Asian Youth!

https://asianyouthday.org/theme/

Tema Asian Youth Day 2017

Tema AYD
Gereja Katolik di Asia hadir di tengah masyarakat yang memiliki tingkat keanekaragaman budaya, agama atau masyarakat multikultur. Indonesia sejatinya dikandung dan dilahirkan dari rahim multikultur yang merupakan akibat dari kondisi sosio-kultural maupun geografis yang begitu beragam dan luas.

Berpangkal dari kekayaan keberagaman tersebut, para Uskup Asia membulatkan komitmen untuk menyatukan diri dengan perjuangan bangsa Asia sebagai orang Asia. Diawali dengan sidang paripurna FABC I (1974) yang mengambil tema Evangelization in Modern Day Asia, para Uskup di Asia merumuskan keprihatinan utama yaitu berevangelisasi bagi Gereja Asia yang berarti berpusat pada pembangunan Gereja setempat yang berdialog dengan keberagaman budaya, agama dan kemiskinan. Dialog ini akhirnya bermuara pada usaha menghadirkan Kerajaan Allah.

“Discussion and dialogue, with a courageous and innovative fidelity that might lead to an encounter between Catholic identity and the diverse ‘souls’ of multicultural society.” kata Paus Fransiskus.

Konsili Vatikan II juga mendorong agar Injil Yesus Kristus diwartakan kepada segala bangsa melalui bentuk dan pendekatan kebudayaan setempat. Dalam hal ini, proses inkulturasi bukan berarti menggunakan kebudayaan sebagai alat untuk membungkus pesan Injil, tetapi dengan perjumpaan itulah, Gereja semakin terbuka memahami Injil dan menampilkannya secara baru. Di sinilah Gereja, juga Orang Muda Katolik tidak hanya menggunakan budaya sebagai alat pewartaannya, tetapi sekaligus juga mengembangkan kebudayaan itu. Mengingat, manusia hanya dapat menuju kepenuhan kemausiaannya yang sejati melalui budaya. Gereja juga merangkul dalam suasana dialog semua agama dan kepercayaan. Gereja tidak lagi memasang garis pemisah antara umat beragama Katolik dan umat beragama lain. Akan tetapi pemisahnya (apabila ada) antara mereka yang pro Kerajaan Allah dan anti Kerajaan Allah. Gereja membuka kerjasama dengan umat beragama lain untuk menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah ke dalam masyarakat.

Dengan demikian, umat beragama, juga orang muda Katolik diharapkan selalu pro Kerajaan Allah. Akan tetapi secara faktual, mereka yang mengaku beragama tidak jarang justru anti Kerajaan Allah. Oleh karena itu, rasanya tidak cukuplah orang hanya beragama tetapi harus beriman. Bukan to have religion tetapi being religious. Manusia agamawan harus sampai menjadi manusia yang religius, beriman, bertaqwa, berpengharapan, bercinta kasih, saling menolong, saling solider, saling menjaga perdamaian di tengah dialektika konflik, saling melengkapi dan saling mengajak ke situasi dunia yang lebih baik, lebih akrab dan lebih menjaga kelestarian alam maupun umat manusia, lebih memanusiakan manusia. Itulah Kerajaan Allah.

Tema Asian Youth Day ke-7 (AYD7) adalah: “Joyful Asian Youth! Living the Gospel in Multicultural Asia”

Landasan Biblis Tema

“Berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.” (Kisah Para Rasul 2:11)

Kisah Para Rasul 2: 1-11. 

2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. 2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; 2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. 2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus lalu mereka mulai berkatakata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. 2:5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. 2:6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. 2:7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? 2:8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: 2:9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, 2:10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatangpendatang dari Roma, 2:11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.”

Beda-beda disatukan Allah
Kemajemukan dalam Kisah Para Rasul menumbuhkan semangat komunikasi-communio. Kemajemukan itu berkomunikasi satu sama lain untuk perubahan menjadi lebih baik dan berujung pada communion. Bersatu tetapi tidak seragam. Yang membuat seragam-teratur-harmoni adalah adanya komunikasi dan dialog dengan tetap menjaga keaslian tetap terjaga dan dapat bersatu.

Orang Muda hadir dalam keberagaman (suku, agama, ras, golongan dll). Orang Muda tinggal dalam keberagaman atau kemajemukan. Dalam bimbingan Roh Kudus menjalani perjalanan iman sampai pada kesadaran sebagai satu ciptaan. Kabar gembira dihadirkan dengan semangat baru dengan memenuhi kebutuhan manusia dilakukan secara partisipatif, dialogal, dan transformatif, serta mengantar orang untuk berjumpa dengan Allah dalam kehidupan sehari-hari, yang membuatnya menjadi baru (bdk. EN 18).

Para murid mendengarkan dan mewartakan: semangat perutusan
Konsili Vatikan II: “Roh Kuduslah yang menyatukan segenap Gereja dalam persekutuan dan pelayanan, melengkapinya dengan pelbagai karunia hierarkis dan karismatis, dengan menghidupkan lembaga-lembaga gerejawi bagaikan jiwanya, dan dengan meresapkan semangat misioner, yang juga mendorong Kristus sendiri, ke dalam hati umat beriman (AG 4, bdk. EN 75, RM 26)
Roh Kudus memenuhi Sukacita Injil

Pesan Paus Fransiskus untuk Hari Minggu Evangelisasi Sedunia ke-88 (19 Oktober 2014):

”Bapa adalah sumber sukacita, Putera-Nya adalah perwujudannya, dan Roh Kudus yang memenuhinya. Segera setelah memuji Bapa – Penginjil Matius memberitahu kita – ‘Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.’” (Mat 11:28-30).

“Sukacita Injil memenuhi hati dan kehidupan semua orang yang berjumpa dengan Yesus. Mereka yang menerima tawaran keselamatanNya dibebaskan dari dosa, kesedihan, kekosongan dan kesepian batin. Bersama Kristus sukacita selalu lahir.” (Evangelii Gaudium 1)

Tujuan Acara
Umum
Memberikan kesempatan kepada Orang Muda Katolik untuk memperbaharui dan memperdalam iman mereka sebagai murid Kristus dengan menjadi saksi cinta Tuhan bagi sesama dalam konteks Asia yang majemuk.

Khusus
Tujuan khusus AYD7 adalah sebagai berikut:

  1. Untuk memperkenalkan dan berbagi kesaksian iman Gereja Katolik di Indonesia dalam konteks keragaman sosial-budaya-agama dan merawat bumi dan seluruh ciptaan.
  2. Untuk mengeksplorasi, merenungkan dan berbagi pengalaman iman sebagai Gereja Katolik yang hidup sebagai komunitas dengan budaya di Asia yang majemuk.
  3. Untuk mendorong keterlibatan Orang Muda Katolik di Indonesia pada khususnya dan Asia pada umumnya dalam misi evangelisasi Gereja sehingga mereka dapat berbagi nilai-nilai Kerajaan Allah sebagai saksi Sukacita Injil dalam dialog multikultural dan bekerja untuk keadilan sosial dan perdamaian.

Konsep Acara

AYD: Acara dan Kegiatan Umum Seperti di WYD, AYD memiliki beberapa acara dan kegiatan umum yang dirancang sesuai dengan tema yang telah dipilih. Berikut adalah acara dan kegiatan AYD secara umum:

  1. Family and Parish Experience Terkecuali saat AYD1 yang diselenggarakan di Thailand, semua AYD dimulai dengan pengalaman pengendapan situasi dan kondisi kehidupan iman bersama dengan keluarga angkat setempat. Para Delegasi dari konferensi uskup ini ditempatkan di sebuah paroki dan pada khususnya, di sebuah keluarga angkat yang bersedia menerima mereka dari negara yang berbeda dan beraktivitas bersama untuk mengenal budaya masyarakat setempat. Pengalaman beberapa hari tersebut diakhiri dengan perayaan Ekaristi dan persekutuan bersama dengan umat di paroki setempat.
  2. Regional Sharing Para Delegasi dari uskup dikelompokkan berdasarkan wilayah/region (Asia Timur, Asia Selatan, Asia Tenggara 1, Asia Tenggara 2) untuk berbagi pengalaman realitas di negara masing-masing. Hal ini lebih diperdalam di AYMM ketika para pendamping OMK merencanakan aksi yang lebih konkrit sesuai hasil AYD.
  3. Youth Walk Ini adalah katekese interaktif, yang dirancang untuk membantu delegasi dari konferensi keuskupan memperdalam pemahaman mereka pada tema. Khusus untuk AYD7 ini akan diadakan serangkaian acara dialog dan pengalaman kehidupan iman dan dialog lintas agama dan ragam kebudayaan di Indonesia.
  4. Workshop Beberapa lokakarya simultan untuk meningkatkan kesadaran dan pembekalan keterampilan untuk menangani isu-isu yang berkaitan dengan tema.

Tema harian AYD7: Hari ke-1: Datang dan Berkumpul Bersama sebagai Masyarakat Asia yang Majemuk Hari ke-2: Menghargai Keberagaman dan Merayakannya Bersama Hari ke-3: Bersatu dalam Keberagaman Hari ke-4: Merayakan Kebersamaan Hari ke-5: Berbagi dan Hidup dalam Sukacita Injil
AYMM The Asian Youth Ministers’ Meeting, di sisi lain, menindaklanjuti tantangan dalam pelayanan dan pendampingan orang muda sesuai yang dimunculkan oleh tema. Disini juga menjadi sarana untuk membicarakan perencanaan yang lebih praktis dan koordinasi di tingkat nasional, sub-regional, dan regional.